DPRD Sumsel Tanggapi Capaian Vaksinasi di Sumsel Masih Jauh dari Target

26
Muchendi Mahzareki (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP– Capaian vaksinasi di Sumsel hingga saat ini baru mencapai 43 persen dari total yang ditarget 6,3 juta penduduk Sumsel, mendapat sorotan pimpinan DPRD Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki menilai terdapat beberapa kendala menjadikan vaksinasi yang ditargetkan selama ini yang masih jauh dari harapan.

“Ada dua yang membuat agak sedikit terlambat, pertama karena stok pengiriman vaksin dari pusat, mengingat kita di daerah menunggu. Kedua, jumlah vaksin yang dikirimkan belum sesuai dengan apa yang kita minta,” kata Muchendi, Selasa (9/11).

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumsel Ini Pastikan Bulog  Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng di OKUT

Politisi partai Demokrat melihat, pihaknya menyarankan untuk melibatkan pihak swasta agar stok vaksinasi yang selama ini kendala bisa terpenuhi.

“Kita juga sudah memberikan saran kepada OPD dan TAPD agar selalu mengupdate stok vaksin ke pusat, kemudian juga bekerja sama dengan berbagai pihak (swasta dan pemda kabupaten/ kota) untuk memperbanyak sentra- sentra vaksin yang menampung massa dalam jumlah banyak,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Minta Dalam Bangun Kawasan Keramasan Harus Miliki RTRW

Sedangkan  Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Ajis, jika vaksinasi masyarakat Sumsel masih jauh dari harapan karena salah satunya update hasil vaksinasi di daerah yang selama ini telat dilaporkan, dikarenakan jauhnya daerah dan tidak adanya jaringan.

“Orang pusat melihat, kita lambat program vaksinasi covid-19, sehingga stok dirasa masih cukup. Padahal nyatanya karena laporan yang terlambat, seharusnya kalau stok menipis maka pemerintah pusat akan segera mendrop stok vaksin lagi, tapi mereka melihat lain,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Peringati HUT Sumsel Ke-78, Sumsel Maju, Mandiri dan Sejahtera

Politisi PDI Perjuangan  ini menambahkan komisi V telah melakukan lobi- lobi ke pemerintah pusat selama ini, agar jumlah vaksinasi yang dikirim ke Sumsel semakin banyak.

“Kita sudah berusaha melobi pusat dan ada penambahan stok, tapi laporan harus dibenari, agar pusat mengetahui kalau masyarakat antusias,” katanya.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...