Pandemi Covid-19, 70 Negara Alami Penurunan Kualitas Pendidikan

42

Palembang, BP – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan penutupan sekolah selama pandemi Covid-19 berdampak pada sistem kualitas pendidikan di puluhan negara.

Nadia mengungkapkan berdasarkan studi Bank Dunia, menunjukkan 70 negara mengalami penurunan sistem kualitas pendidikan akibat pandemi Covid-19.

“Studi Bank Dunia terbaru menunjukkan dampak yang lebih besar terhadap siswa jika sekolah terus ditutup,” katanya, Rabu (29/9).

Lebih lanjut, Nadia menuturkan dampak dari ditutupnya sekolah antara lain pada skor PISA atau sistem ujian yang diinsiasi oleh sistem Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD) mengevaluasi sistem pendidikan di 70 negara di seluruh dunia, memperlihatkan terjadinya penurunan dari sistem kualitas pendidikan.

Baca Juga:  Uji Coba CFD dan CFN di Palembang Sukses, Warga Antusias dan UMKM Menggeliat

Nadia mengatakan studi itu juga memperkirakan bila sekolah terus melaksanakan pembelajaran jarak jauh, kemungkinan pendapatan di masa depan akan jauh lebih rendah dari kondisi saat ini.

Terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Nadia mengimbau sekolah untuk memastikan telah menyiapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Dan pemberlajaran tatap muka harus dilakukan atas izin orangtua siswa, yang artinya orangtua harus terlibat aktif dalam menyiapkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka,” katanya.

Baca Juga:  Tiba di  Bandara SMB II Palembang, Wagub Cik Ujang Terima Surat Penunjukan Plt Gubernur Sumsel

Selain menjalankan protokol kesehatan ketat, Nadia mengatakan vaksinasi juga bisa melindungi anak-anak dari terpapar Covid-19.

“Cakupan vaksinasi pada dewasa atau sasaran lainnya yang tinggi akan memberikan perlindungan kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Menurut Nadia pihaknya akan terus melakukan surveilans untuk bisa mengevaluasi pelaksanaan dari pembelajaran tatap muka.

“Hasil evaluasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan atau menunda sebuah pembelajaran tatap muka. Ini menjadi bagian dari pada kewaspadaan kita,” tuturnya.

Baca Juga:  Prihatin, Tari Gending Sriwijaya dan Tari  Tanggai di Sumsel Tak Miliki Dasar Hukum

Nadia berharap kepala daerah mendukung pelaksanaan strategi surveilan Covid-19 yang terstandar ini untuk evaluasi pembelajaran tatap muka. #ric

Komentar Anda
Loading...