Stok Vaksin Covid-19 Jadi Kendala Percepatan Vaksinasi di Sumsel

36

Palembang, BP- Dinkes Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat baru 1,4 juta warga yang telah divaksin Covid-19 atau 22,75 persen dari target 6,3 juta orang.

Alokasi stok vaksin Covid-19 yang terbatas menjadi kendala percepatan vaksinasi di Sumsel.

Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini, mengatakan 22,75 persen itu merupakan mereka yang telah divaksin dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua baru 19,96 persen.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Minta Pemprov Sumsel Berikan Perhatian Kepada Empat Lawang

“Baru 1,4 juta dari target vaksin 6,3 juta orang,” katanya, Minggu (12/9).

Ketersediaan atau stok vaksin yang masih terbatas menjadi kendala dalam upaya percepatan vaksinasi.

Menurut Lesty, saat ini vaksin yang didistribusikan ke Sumsel hanya 400 ribu dosis per bulan.

“Kalau pemerintah pusat bisa mendistribusiakn 1,5 juta dosis per bulan, maka herd immunity bisa terbentuk di awal tahun 2022,” katanya.

Baca Juga:  Ombudsman RI Minta Pemerintah Tidak Wajibkan Sertifikat Vaksin Covid-19 di Ruang Publik

Lesty bilang, dari sisi fasilitas kesehatan dan vaksinator Sumsel sudah mencukupi.

Selain itu, antusias warga untuk dapat divaksin juga cukup tinggi.

“Kendala kita hanya ketersediaan vaksinnya saja,” katanya.

Adapun rincian capaian vaksin, SDM kesehatan sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen, dan untuk lansia 18,66 persen atau 111,429 dari target 597,071.

Baca Juga:  Alex Noerdin Kembali “Turun Gunung”, Siap Menangkan Ilyas-Endang

Kemudian untuk remaja 28,175 orang atau baru 3,33 persen dari target 846,683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin 548,735 atau 12,55 persen dari target 4,370,858.

Sementara untuk stok vaksin yang ada 121,230 dosis untuk Sinovac dan 3900 dosis untuk AstraZeneca. Vaksin ini segera didistribusikan ke kabupaten/kota di Sumsel. #ric

Komentar Anda
Loading...