Kerumunan di Sekolah Maitreyawira Palembang, DPRD Sumsel Segera Panggil Kadinkes Sumsel

Palembang, BP- Buntut kerumunan yang terjadi di Sekolah Maitreyawira Palembang untuk melakukan vaksinasi Selasa (24/8) lalu, DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dra. Lesty Nurainy Apt.,M.Kes.
“Pemanggilan Kadinkes Sumsel setelah kita reses , pemanggilan soal kerumunan di Sekolah Maitreyawira Palembang. Selain itu banyak yang akan kita tanyakan juga dengan Kadinkes salah satunya soal ketersediaan vaksin dan bagaimana langkah untuk menjemput bola untuk vaksin ini,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel , Mgs Syaiful Padli, disela-sela reses anggota DPRD Sumsel Dapil I kota Palembang, Rabu (25/8).
Politisi PKS ini menilai kerumunan yang kemarin terjadi di Sekolah Maitreyawira Palembang, sangat di sesalkan, hal tersebut menurutnya tidak mesti terjadi ketika alur prokes di perketat.
“Misalnya pendaftarannya online , jadi orang yang daftar antusiasnya tinggi karena masyarakat berpikir vaksin terbatas sehingga di puskesmas-puskesmas hampir habis vaksinnya, ketika ada yang ngasih vaksin massal mereka berduyun-duyun ,” katanya.
Harusnya menurutnya panitia sudah mewanti-wanti misalnya dengan membuat pendaftaran online sehingga masyarakat yang datang sudah terdaftar secara online dan pasti jumlahnya.
“ Selain itu diatur waktunya , pagi sampai sore, misalnya 1000 orang bagi 200 orang, 250 orang atau 300, 300 misalnya sehingga tidak terjadi kerumunan,” katanya.
Sedangkan Kapolrestabes Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra menilai tidak bisa menyalahkan siapapun dalam kerumunan yang terjadi di Sekolah Maitreyawira Palembang.
“Itukan artinya tingkat kesadaran masyarakat untuk divaksin sudah sangat tinggi,” kata Irvan, Rabu (25/8).
Irvan menuturkan, animo dan tingkat kesadaran masyarakat Palembang untuk divaksin, saat ini sudah sangat tinggi. Seperti sebelumnya, masyarakat di Kota Palembang sangat susah di ajak untuk melakukan vaksinasi. Namun sekarang masyarakat sudah mulai sadar untuk melakukan vaksin di manapun tempat.
“Sebelumnya telah kita ketahui, masyarakat susah sekali untuk diajak vaksin, bahkan dibujuk sampai ditawarkan beras bagi yang ingin vaksin. Namun sekarang masyarakat sendiri yang beramai ramai untuk vaksin,” ucapnya.
Irvan juga mengatakan, untuk mencegah kejadian yang sama terulang, pihaknya menyarankan untuk vaksinasi massal dilakukan pendaftaran secara online. Hari ini (25/8), Polrestabes Palembang melaksanakan vaksinasi secara massal bagi mahasiswa di Palembang. Total sasaran pun mencapai 1.500 orang.
“Dengan pendaftaran secara online, nomor antrean telah ditentukan. Jamnya pun menyesuaikan nomor antrean yang dibagi dalam beberapa sesi,” katanya.#osk