Perbanyak Sedekah, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnah Bulan Muharram

52
Ilustrasi Sedekah (BP/IST)

Palembang, BP–Tanpa terasa umat Islam sudah masuk di awal bulan kalender hijriyah yakni bulan Muharram.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling utama dalam kalender Islam. Kata Muharram sendiri, berasal dari kata yang diharamkan atau dipantang dan dilarang.

Ini bermakna pelarangan untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah, dan dianggap sharam. Tahun 1 Muharram sendiri adalah Tahun Baru dalam Islam.

Awal mula penamaan Muharam didasari dengan kepercayaan jika bulan ini merupakan awal yang baru dalam setahun.

Baca Juga:  AMPCB Minta  Pemkot Palembang dan Polisi  Tindak Pelaku Pengrusakan Komplek Pemakaman Pangeran Kramajaya

Permulaan tersebut, di masa hijrah merupakan masa peperangan. Dalam sejarah pun disebutkan, jika bulan ini merupakan waktu yang sangat ditaati, bahkan ketika di Arab tak pernah terjadi peperangan.

Adapun keutamaan Bulan Muharram terdapat dalam HR. Bukhari yang artinya:

“Dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan secara berurutan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajabnya Mudhor yang berada di antara Jumadil dan Sya’ban”. (HR. Bukhori).

Baca Juga:  DPRD  Peringati HUT Kota Palembang ke-1341, Sultan Palembang Sampaikan Pesan Ini

Seperti dikutip dari Instagram @pondoksanad, berikut amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Muharram:

  1. Perbanyak amal shaleh dan jauhi maksiat.

“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At-Taubah ayat 38)

  1. Perbanyak puasa sunnah.

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan, adalah pada bulan Allah yang bernama Muharram.” (HR. Muslim)

  1. Puasa pada hari ‘asyura (10 Muharram).

“Puasa pada hari ‘asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

  1. Perbanyak sedekah.
Baca Juga:  UAS Bersama Asatidz-Habaib di Kediaman H Halim Gelar Peringatan Pergantian Tahun Baru Islam 1442 H

“Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rezeki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.” (HR. Baihaqi)

  1. Muhasabah dan introspeksi diri.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr ayat 18). #ric

 

Komentar Anda
Loading...