DPRD Sumsel Lanjutkan Mediasi Pulau Kemaro, Jika Tidak Ada Kesepakatan Zuriat Kiai Marogan dengan Pemkot Palembang

Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar SH MH
Palembang, BP- Pasca Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) memfasilitasi pertemuan dengan menghadirkan para pihak yang berkepentingan terkait polemik Pulau Kemaro, Rabu (2/6) lalu dimana tanpa Walikota Palembang sebagai salah satu pihak.
Menurut Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar, Komisi I DPRD Sumsel sengaja menunda rapat lanjutan polemik Pulau Kemaro bersama para pihak yang berkepentingan lantaran tujuan Komisi I DPRD Sumsel untuk mediasi.
“ Kemarin mereka (zuriat Kiai Marogan) sudah diundang walikota, artinya mereka sudah ketemu, memang kami belum tahu apa sih kesepakatan mereka , namun apabila masalah ini berlarut-larut, kita ingin selesai, pengen adanya kesepakatan,”katanya, Kamis (19/8).
Karena itu status permasalahan ini menurutnya masih stop dulu dan masih menunggu hasil akhir kesepakatan mereka (zuriat Kiai Marogan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang).
“Mungkin pertemuan (zuriat Kiai Marogan dan Pemkot Palembang) kemarin, aku kurang paham juga , apapun hasilnya , tapi kalau sampai berbulan-bulan belum ada realisasinya mungkin akan kita pertanyakan itu ,” kata politisi PKB ini.
Kemudian pihaknya akan kembali mengundang para pihak termasuk Pemerintah Kota Palembang tujuannya tidak ada lain untuk mediasi.
“ Jadi tanpa ada kepentingan apa, kita memang di minta masyarakat, kita juga akan memfasilitasi antara Pemerintah Kota dengan warga , kita berharap pemerintah kota juga lebih pro aktip agar permasalahan ini tidak berlarut-larut karena mereka sudah bertemu, kami denger dulu nih, mudah-mudahan mereka ada kesepahaman , kesepakatan khan selesai, tujuan DPRD manggl untuk itu,” katanya.
Namun kalau tidak ada kesepakatan maka Komisi I DPRD Sumsel kembali akan menindaklanjuti dengan rapat lanjutan dan akan kembali menjadwalkan rapat lanjutannya.
“ Belum bisa ditentukan, tapi tidak terlalu lamalah biar ada kepastianlah ,” katanya.#osk