Soal Tanggal HUT Palembang, SMB IV: Pemerintah Seharusnya  Berikan Penjelasan  Berdasarkan Sejarah Yang Benar

117
Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn (tengah, baju putih) (BP/IST)

Palembang, BP- Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang yang jatuh pada tanggal 17 Juni masih menjadi permasalahan di kalangan masyarakat. Khususnya sejarawan. Sebab, jika didasarkan pada Prasasti Kedukan Bukit, tanggal kelahiran Kota Palembang seharusnya jatuh pada 16 Juni.

Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn  menilai berdasarkan kesejarahan Prasasti Kedukan Bukit  memang sebenarnya HUT Kota Palembang tanggal 16 Juni.

“ Namun karena ada kesepakatan pemimpin- pemimpin Palembang  yang membentuk hari jadi  kota Palembang di tanggal 17 Juni dengan kata-kata  itu tanggal sakral  atau tanggal kramat,  sebenarnya itu menurut pendapat mereka, tapi menurut kesejarahan  dan secara kebenaran seharusnya kita  kembalikan lagi hal itu kesana (sejarah),” katanya ketika ditemui di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Minggu (20/6).

Baca Juga:  SMB IV Ajak Anak Muda Majukan Budaya Melalui Media Digital

Memang menurutnya walaupun hal tersebut tidak perlu di permasalahkan oleh masyarakat tapi dari sisi akademisi dan pemerintah seharusnya memberikan penjelasan  berdasarkan sejarah yang benar kepada masyarakat dan masyarakat akan mengikuti apa kata pemerintah.

“ Maka sebaiknya pemerintah  segera membuat membuat kajian apakah harus dikembalikan ke Prasasti Kedukan Bukit ditanggal 16 Juni  artinya sesuai dengan fakta sejarah tapi kalau berdasarkan kesepakatan 17 Juni , tidak perlu pakai kata-kata  berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit tapi nantinya itu menjadi tidak jelas dan tidak ada pijakan sejarahnya ,” katanya.

Baca Juga:  SMB IV Nilai Pameran Bersama Museum Sumatera Selatan Sebagai Bentuk Edukasi

SMB IV menegaskan kalau ingin melihat HUT Palembang secara kesejarahan  maka harus dikembalikan di tanggal 16 Juni.

“ Biarkanlah sekarang  bagaimana kita dengan mekanisme yang ada bisa  untuk membuat kajian dan apakah bisa mengembalikan  atau enggak  karena kalau kita ingin berdasarkan kesejarahan  ulang tahun lebih tepat diangka  16 Juni  bukan 17 Juni,” katanya.

Baca Juga:  SMB IV: “Narasi-narasi Sejarah di Objek Wisata Palembang Masih Kurang”

Pihaknya berharap kedepan ada good will dari pemerintah untuk melihat permasalahan tersebut.

“Masyarakat tidak usah bingung biar pemerintah dan  ahli sejarah akan memperbaiki bagaimana caranya kembali sesuai kesejarahan yang ada,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...