PDIP Teratas, Demokrat Merapat di Tiga Besar

Palembang, BP–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-Perjuangan) memimpin paling atas diantara partai-partai politik yang ada di provinsi Sumatera Selatan. Partai yang diketuai Megawati Soekarno Putri ini bertenger sebagai partai pertama saat ini (survei digelar) apabila pemilihan legislatif DPRD provinsi Sumatera Selatan digelar. Demikian diungkapkan Direktur Riset Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Sutrisno, Kamis (27/5).
Tingkat elektoral PDI-P masih teratas di provinsi Sumatera Selatan. Pemilih akar rumput partai mocong putih masih belum bergeser ke partai-partai politik lainnya. Dalam artian, pemilih massa massive ( pemilih kuat) dari akar runput partai wong cilik ini tidak berubah signifikan di bandingkan dengan hasil pemilihan legislatif pada tahun 2019 lalu, “ ujar mantan peneliti lapangan Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini dengan lugas.
Dalam berbagai uji simulasi yang dilakukan, dengan menyodorkan nama-nama partai politik kepada responden, lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini menjelaskan secara peringkat didapatkan hasil elektoral yakni PDI-P (16,8%), Golkar (16,2%) Gerindra (9,9%) Demokrat (9,8%), PKB (5,8%) Nasdem (5%) PAN (3,5%) PKS (3,4%) Hanura (2,3%) Perindo (1,8%) PPP (1,6%) PSI (0,3%) PBB (0,6%) PKPI (0,2%) Gelora (0,2%) sementara massa yang belum menentukan pilihan (undesided votters) sebesar 22,6%. Namun demikian, ada kenaikkan elektoral dari partai Demokrat yang mulai merapat masuk dalam tiga besar dari urutan partai-partai yang tadinya bertenger di tiga besar, meskipun angkanya masih masuk dalam marjin of eror pada survei yang dilakukan penelitian.
“Ada kenaikkan dari angka elektoral partai Demokrat yang mulai menembus atau masuk diperingkat tiga besar. Tentunya hal ini merupakan sangat menguntungkan dari kader partai besutan AHY tersebut. Peluang posititif ini tentunya haruus dijaga ritmenya. Tentunya bagi partai-partai politik lainnya harus waspada jangan sampai elektoralnya tergerus lebih jauh lagi ke bawah. Ini merupakan warning untuk menghadapi pileg kedepan bagi setiap partai politik,” terang pria yang pernah tergabung dalam peneliti lapangan lembaga survei Benua Institute, salah satu yang pernah ditunjuk partai Golkar untuk pilkada.
Untuk itu, ditambahkan Sutrisno, setiap partai politik harus lebih gencar lagi bekerja keras untuk meningkatkan elektoralnya karena dipastikan persaingan untuk mendapatkan simpati pemilih semakin sengit. Ditambah lagi dengan situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, strategi dan treatment yang tepat untuk mendekati pemilih wajib di desain lebih berbeda lagi.
Strategi inovatif terjun langsung ke masyarakat harus dikembangkan dan di inovasi lagi, tentunya harus bisa membaca kondisi serta pemanfaatan media yang tepat.
Disamping ituharus memanfaatkan moment yang tepat untuk menarik simpati masyarakat. Pergerakan para aktor-aktor politik juga harus cerdas. Berbagai inovasi pergerakan harus cerdas, tidak bisa mengandalkan metode pergerakan yang biasa-biasa saja seperti sebelumnya, harus berbeda dan punya nilai tawar menarik di masyarakat. Kalau tidak demikian, maka potensi tergerus angka elektoral partai politik semakin dalam.
Survei yang diselenggrakan LKPI dimulai 18-26 Mei 2021 dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling melibatkan 820 responden pada selang tingkat kepercayaan 95 % dengan marjin of error 3,5 %. Wawancara yang dilakukan dengan metode instrumen kuisioner lewat telepon secara proporsional di 17 kabupaten/kota yang tersebar di provinsi Sumatera Selatan.
“Berhubung di masa pandemi Covid-19, survei yang kami lakukan dengan menggunakan base data telepon dengan total 169.100 sample yang diacak dan didapatkan 820 responden terpilih. Sebagai lembaga riset, kami berkomitmen untuk menyajikan data-data survei ke publik yang berkesinambungan, akurat dan terpercaya serta apa adanya,” tutup mantan aktivis ini dengan lantang. #osk