Masuknya WNA Dinilai Tak Beretika, DPRD Sumsel Sebut Pemerintah Inkonsisten
Sebagai masyarakat, Muhammad Toha mengaku prihatin bila melihat sejumlah warga dan keluarganya, disetop dan dipaksa pulang balik, dan terkesan di persekusi, seperti orang yang melakukan kesalahan sangat besar. Padahal mereka hanya ingin pulang kampung, bukan mencuri, korupsi atau kejahatan bersal lainnya.
“Harusnya pemerintah bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah. Saya akui kalau pemerintah selalu menyebut kebijakan ini dilakukan sebagai bukti cinta pemerintah kepada warganya, tetapi disisi lain pemerintah justru memasukan ratusan WNA meskipun dengan menerapkan prokes. Hal ini sangat menyakiti rakyat,” kata Toha sembari mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berani menekan dan minta pengertian masyarakat, tetapi tidak berani bersikap kepada orang asing. Padahal pemerintah itu adalah milik rakyat dan harus berani membela rakyat, bukan milik orang asing dan untuk membela orang asing.
Terkait kondisi ini, saya harap pemerintah bisa lebih bijak sana dalam menyikapi masalah ini. Selain aturan, etika juga harus dipertimbangkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gelombang kedatangan warga negara asing ( WNA) China ke Indonesia beberapa wilayah ditanah air terus berlangsung. Bahkan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, terus berlangsung. Gelombang kedatangan pertama WNA China di Indonesia, melalui Bandara Soetta, Selasa 4 Mei 2021, sebanyak 85 WNA China, kemudian 6 Mei 2021 46 WNA China. Untuk gelombang ke 2 ini hanya 17 WNA China lolos pemeriksaan. Hari ini, Sabtu 8 Mei 2021, gelombang WNA China kembali berdatangan ke Indonesiasebanyak 160 orang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting mengatakan, seluruh WNA China yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Soetta, sudah memenuhi aturan keimigrasian.
Perjalanan mereka juga dikatakan, telah sesuai dengan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia dan telah melewati pemeriksaan dokumen perjalanan dan kesehatan.#osk/net