Keluarga Prada DP Sempat Diberitahu Pelaku, Kalau Korban Telah Dibunuhnya

44
BP/IST
Sidang kasus pembunuhan terhadap Fera Oktaria (21) oleh pacarnya yakni Deri Pramana kembali dilanjutkan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Selasa (6/8).

Palembang, BP

Sidang kasus pembunuhan terhadap Fera Oktaria (21) oleh pacarnya yakni Deri Pramana kembali dilanjutkan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Selasa (6/8).
Sejumlah saksi dihadirkan Mayor D Butar Butar selaku oditur .Salah saksi yang dihadirkan Elisa yang ternyata masih memiliki hubungan darah dengan Prada DP.
“Sebelumnya kami bingung mencari Deri dimana sampai-sampai kami meminta bantuan dukun mencari keberadaannya. Lalu telepon masuk dari Dodi mengabarkan bahwa DP berada di tempatnya,” kata Elisa.
Setelah itu dirinya mendengar suara Prada DP dan DP mengatakan kepadanya bahwa Ia telah membunuh seseorang.
Mengetahui hal tersebut Elisa langsung mengabarkan ibu kandung Prada DP bernama Liza.
Sontak mendengar pernyataan dari Elisa (bibinya Prada DP) tersebut ibu kandung Prada DP meminta Deri meneleponnya. Sambil menjelaskan tindakannya bahwa Ia mengaku khilaf.
“Maafkan kesalahanku bu aku hilaf ,”kata Deri Permana sambil menangis menyesali perbuatannya.
Dijawablah oleh Liza, “Oi nak kau nak malu ke aku,”katanya.
Dari keterangannya Elisa ia sempat mendengar bahwa Prada DP sempat ingin pergi ke Jawa dari Dodi. Namun tidak secara langsung. Lalu mendengar kabar dari berita di HP bahwa ada penemuan mayat di penginapan Banyuasin.
“Awalnya saya tidak percaya karena yang membunuh Vera ada ada 2 tersangka. Lalu saya mengingat lagi pengakuan Deri dan benar,”katanya.
Sedangkan Saksi Imelda (21) yang merupakan teman dekat korban. Imelda pernah memergoki tersangka mencekik Fera pada saat Prada DP dan korban cekcok masalah memori card handphone korban.
“Tahun 2017, saya pernah melihat korban dan pelaku bertengkar di rumah Fera. waktu itu Fera dicekik oleh Prada DP,” kata Imelda dipersidangan.
Fera juga sudah beberapa kali bercerita kepada Imelda bahwa Prada DP ini tipikal ringan tangan dan sering melakukan penganiayaan. Karena takut terhadap tersangka, korban juga sempat kabur ke Provinsi Bengkulu dan melanjutkan pendidikan disana.
“Fera sempat cerita, pelaku ini pernah ngomong lebih baik kamu (korban) mati daripada diambil orang. Korban makin ketakutan saat tahu pacarnya itu kabur,” kata Imelda.
Imelda mengungkapkan, ia mengenal Fera dari kecil. Bahkan,kediaman mereka pun sangat dekat dan satu sekolah ketika SD. Semasa hidup,Fera selalu cerita apa yang terjadi termasuk hubungan asmaranya tersebut.
“Malam sebelum ditemukan meninggal saya masih ketemu Fera. Korban curhat takut dicari pelaku, karena pelaku itu kabur dari tempat pendidikan,” kata Imelda.#osk

Komentar Anda
Loading...