Dandrem 044 Gapo Ikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana

12

Palembang, BP

Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji S.IP., S.Sos mengikuti rakor Nasional penanggulangan Bencana, Rabu ( 3/3).

Kegiatan rakor ini bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel Jl. Kapten A. Rivai Kec. Ilir Timur I Kota Palembang. Yaitu kegiatan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana kegiatan ini langsung dibuka oleh Presiden RI secara Virtual.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Herman Deru, SH, MM Gubernur Prov. Sumsel, Mayjen TNI Agus Suhardi Pangdam II/Swj, Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM Kapolda Sumsel, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, S.IP., S.Sos. Danrem 044/Gapo, Drs. M. Rum, SH. MH. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, H. M A Gantada, SH, M.Hum Ketua DPRD Sumsel, H. Aris Saputra Kasat Pol PP Sumsel, Hertika Marly Ketua Humas dan Protokol, H. Iriansyah Ka Pelaksana BPBD Sumsel, Mayor Inf Eko Budianto Pabandya Ops Kasdam II/Swj, Panji Tjahidin Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Benny Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel.

Baca Juga:  Buntut SE Gubernur Sumsel, Tamu dan Wartawan DPRD Sumsel Tak Bisa Masuk

Presiden RI Ir H. Joko Widodo dalam sambutannya membuka Rakornas menyampaikan, Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana terjadi. Catatan BNPB, sebanyak 127 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan Tanah Longsor 30 kali dan Puting Beliung 21 kali. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu Gelombang Pasang 5 kejadian dan Gempa Bumi 2 kali.,”ungkapnya.

Baca Juga:  Pemilu 2019, PKS Targetkan 12 Persen Suara di Sumsel

Lebih lanjut Presiden mengatakan, Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan fasilitas publik. Dari sejumlah kejadian bencana, kerusakan pada fasilitas penduduk berjumlah 18 unit, rumah ibadah 15, kesehatan 3, kantor 2 dan jembatan 25. Kerusakan fasilitas publik akibat gempa masih dalam pendataan. Melihat dampak bencana, masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siaga. Terkait bencana Hidrometeorologi, BNPB meminta masyarakat untuk memperhatikan perkiraan cuaca yang diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingat puncak musim hujan masih terjadi hingga Maret 2021,”imbuhnya.

Baca Juga:  Masyarakat Harus Membuat  Sensor Mandiri Terhadap Tontonan Film

BNPB mengingatkan,” untuk melakukan persiapan keluarga dalam menghadapi sejumlah potensi bahaya tersebut. Diskusikan di antara keluarga dengan terlebih dahulu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di sekitar. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi, seperti Ina RISK, Info BMKG, Magma Indonesia untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko. Selanjutkan anggota keluarga dapat mendiskusikan upaya konkret yang dapat dilakukan di sekitar tempat tinggal.#osk

Komentar Anda
Loading...