Ketika M. Akhtar Rasyid Putra  Belajar Sejarah Sriwijaya  di Punti Kayu

136
BP/DUDY OSKANDAR
M. Akhtar Rasyid Putra (9), siswa SD Paradisa Cendekia, Cibubur, ini bersama orangtuanya Agung Andika Putra dan Minda Pratidina Putri Adikara berkesempatan membuat video wawanra dengan Budayawan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Vebri Al Lintani, Senin (14/9).

Palembang, BP

Disehabis menikmati keseruan berwisata  di Hutan wisata alam Punti Kayu yang terletak di Jalan Kol H Burlian, Palembang, Senin (14/9)  M. Akhtar Rasyid Putra (9), siswa SD Paradisa Cendekia,  Cibubur, ini bersama orangtuanya Agung Andika Putra dan Minda Pratidina Putri Adikara berkesempatan membuat video wawancara dengan Budayawan  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Vebri Al Lintani .

Maka jadilah video wawancara M. Akhtar Rasyid Putra yang kebetulan

  1. Akhtar yang menjadi pembawa acaranya.
Baca Juga:  Kapolda Sumsel Nilai Masih Ada Satgas Laksanakan Kegiatan Covid-19 Belum Semaksimal Mungkin

Wawancara berlangsung tidak terlalu lama, M. Akhtar Rasyid Putra menyimak penjelasan Vebri Al Lintani soal sejarah Kedatuan Sriwijaya yang beribu kota di Palembang.

Diakhir wawancaranya AM Akhtar sempat salah berucap, “ Kok enggak ada terima kasihnya , bilang gini oke om Vebri terima kasih atas ceritanya , lain kali kita ngobrol lagi ya… terima kasih,” kata sang ayah Agung Andika Putra.

Baca Juga:  “Prostitusi Yang Di Paksa “ Selama Pendudukan Jepang di Indonesia

Akhirnya  sesi penutup wawancarapun  di ulang, dan sesuai arahan sang ayah, M Akhtar lancar mengulang arahan ayahnya tersebut dan langsung menutup video wawancaranya dengan lancar, usai wawancara M Akhtar kembali bermain bersama saudaranya yang lain.

Vebri mengaku dia diwawancara oleh   M. Akhtar Rasyid Putra tidak diminta tapi memang ada tugas  sekolah dari M. Akhtar Rasyid Putra untuk membuat video kebudayaan.

Baca Juga:  Pers Sumatera Selatan, Pers Perjuangan 1925- 1950 (Bagian Kedua)

“Saya sebagai nara sumber  dan M Akhtar bertanya tentang  Sriwijaya ,” katanya.

Menurut mantan Ketua Dewan Kesenian Palembang ini memang di Punti Kayu  direncanakan akan membuat program belajar sejarah dan budaya di Punti Kayu.

“ Jadi program Punti Kayu selain Ecotourism (wisata lingkungan) juga bisa belajar sejarah dan budaya ,” katanya.#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...