Miris, Press Room DPRD OI Hanya Plang Nama

20

Inderalaya, BP–Miris, ruang press room DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) hanya sekadar nama. Pasalnya tak pernah digunakan untuk menggelar jumpa pers saat ada kegiatan DPRD OI.

Pantauan, ruang press room terkunci sejak pukul 11.00wib, terlihat tidak sepi, terdapat beberapa komputer, kursi dan meja. Bahkan wcnya juga rusak. Bahkan di ruangan tersebut tidak pernah diselenggarakan jumpa pers bersama wartawan. Di samping pintu ruang pers room hanya terdapat kabel yang dulunya digunakan untuk menghidupkan TV LED, yang kini sudah tak tertancap di dinding lagi.

Baca Juga:  Diduga Banyak Oknum ASN Pemkab OI Hadiri Deklarasi Dukungan Partai Balon Bupati Ilyas Panji Alam dan Balon Wabup Endang PU

“Namanya saja press room tapi tidak berfungsi optimal hanya seksdar plang nama. Kalau kita masuk situ juga jarang, sekali masuk ruangan ala kadarnya, WC-nya juga rusak. Ya harusnya fasilitas dipenuhi, wifinya juga kadang hidup kadang tidak. Mirislah,” jelasnya, Selasa (25/8).

Sementara itu Anggota DPRD OI asal PAN bernama Febti juga menyayangkan fasilitas yang tidak digunakan secara optimal tersebut. “Ya kasihanlah wartawannya, kalau mau duduk di ruangan juga terkunci. Harusnya fasilitas dilengkapi agar mereka betah menulis berita disitu. Juga harus dimanfaatkan press roomnya dengan baik,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Ogan Ilir Terima IMI Award 2019

Kabag Humas Yuniarti mengatakan belum pernah ada acara jumpa pers sehingga ruangan tersebut tidak digunakan untuk jumpa pers, sementara untuk wifi bukan rusak namun karena jaringan telkomselnya gangguan. “Persoalan jumpa pers tidak digelar di situ, bukan karena apa-apa. Soalnya tidak pernah ada jumpa pers, jadi bukan ruangan sekedar ada plang namanya. Bukan begitu ya! Kalau fasilitas di ruangan itu di luar kewenangan, jadi tidak bisa memberikan tanggapan,” ujar Yuniarti.

Baca Juga:  261 Peserta Calon Anggota Panwascam se-Ogan Ilir Ikuti Tes CAT

Sekwan DPRD OI Mukhsina mengatakan karena adanya pemotongan anggaran untuk dana covid 19, sehingga anggaran untuk memenuhi fasilitas press room tidak maksimal. “Ya memang ada pemotongan dana untuk covid 19 jadi fasilitasnya kurang memadai. Kalau soal mengapa tidak digunakan untuk jumpa pers tanyakan ke kabag humasnya. Kalau wifi kemarin itu ada gangguan saja sekarang sudah diperbaiki,” jelas Mukhsina. #hen

Komentar Anda
Loading...