Diminta Kembali Nakhodai PGRI, Hasanudin Maju di Konvercab Palembang

Palembang, BP–Berbagai terobosan dan program yang digulirkan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang membuat sejumlah guru dan pengurus meminta kembali Hasanudin SPd MSi kembali menakhodai organisasi guru tersebut di periode 2020-2025.
Hal tersebut membuat Hasanudin kembali maju dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PGRI Palembang pada 29 Februari 2020 mendatang.
Demikian dikatakan Ketua Umum PGRI Palembang Hasanudin, SPd, MSi, Senin (10/2). Menurutnya, kepercayaan dan dukungan para guru dan penguruslah yang membuat ia kembali maju sebagai calon incumbent pada bursa pencalonan pimpinan PGRI Palembang.
“Kenapa saya ingin kembali mencalonkan diri? Karena ada berbagai pertimbangan. Pertama permintaan anggota PGRI Palembang baik dari tingkat ranting maupun cabang,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa guru yang kini tahu dan merasakan perjuangan PGRI Palembang juga turut mendukungnya untuk kembali memimpin periode selanjutnya.
Hal tersebut menjadi amanah dan dukungan besar bagi Hasanudin untuk tidak mengecewakan pada pendukungnya.
“Tidak ada kepentingan lain, karena sejak awal saya berjuang untuk guru. Saya sudah berkordinasi dengan berbagai stakeholder dan dukungan itu lah yang kemudian semakin menguatkannya,” urainya.
Disinggung mengenai adanya muncul rival lama yang akan siap bertarung di Konvercab PGRI Palembang diakhir Februari 2020 mendatang menurutnya hal tersebut perlu diapresiasi sebagai organisasi yang demokratis dan memiliki visi dan misi untuk perjuangan guru.
“Harapan saya cuma satu dalam Konvercab PGRI Palembang nanti yaitu demokrasi tetap berjalan. Ada calon lain? Kenapa tidak. Karena PGRI membutuhkan orang-orang yang handal. Biarlah nanti forum pemilihan yang menentukan,” jelasnya.
Selain kepemimpinannya dipuji oleh PGRI Sumsel, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai Pekerjaan Rumah (PR) yang belum diselesaikan diperiode yang akan habis ini. Sehingga semua program bisa tuntas.
Menurutnya, Konvercab sebagai forum tertinggi yang diatur dalam AD/ART semestinya digelar pada Juli 2019 tapi adanya penundaan hingga Februari 2020. Nantinya ada tiga program yakni selain ada Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pembahasan program dan pemilihan.
“Pemilih dari cabang dan juga ranting serta suara PC. Lebih dari 400 an pemilih nantinya,” pungkasnya. #sug