Puluhan Tahun, Siswa SDN 214 Kesulitan Jalan Sekolah

166
Suasana kompleks jalan sekolah SDN 217 Palembang di semak-semak perkebunan warga.

Palembang, BP–Potret sekolah di Palembang kini terus menjadi sorotan. Mulai sekolah rusak, infraatruktur yang kurang layak hingga yang lain.

Setelah SDN 213 Palembang dari tak ada lapangan hingga lantainya ambles terancam roboh, kini SDN 214 Palembang yang puluhan tahun tak punya akses jalan hingga siswa harus melewati semak-semak kebun warga.

Ternyata, sejak berdirinya SD Negeri 214 Palembang pada 1992 lalu, sekolah ini pula yang tak memiliki jalan. Pasalnya, sekolah ini berada di pemukiman penduduk sehingga jika akan menuju sekolah melewati kebun penduduk.

Baca Juga:  Setahun Prabowo-Gibran, MMK Suarakan Aspirasi Warga Palembang,   Emak-Emak Sampaikan Keluhan PKH Hingga Modal Usaha

Alhasil, selain jalan meminjam kebun warga, kondisinya pun berlumpur jika kondisi hujan dan berkubang air jika terkena air pasang.

Flora Asteria, salah satu siswa SDN 214 Palembang mengatakan kondisi jalan yang setapak dan rusak menjadi dirinya dan teman-temannya sulit menuju ke sekolah.

“Apalagi kalau hujan becek, sepatu kami lepas. Kadang sering kepleset jatuh jadi kotor bajunya,”ujarnya, Senin (30/12)

Baca Juga:  LJUN Tak Terbaca Mesin Scanning

Flora berharap jalan menuju sekolah bisa dibangun. Sehingga saat menuju ke sekolah tak kesulitan karena rusak dan tergenang air.

Sementara itu dikatakan Kepala SDN 214 Palembang Shopina SPd SD mengatakan jalan yang rusak tersebut memang milik warga dan dipinjamkan untuk siswa-siswi dan guru karena dari jalan menuju sekolah harus melewati kebun penduduk.

Baca Juga:  Bidik Medali di O2SN 2020, Siswa SDN 230 Jalani Latihan Intensif

“Iya, sudah 31 tahun sejak sekolah berdiri, belum punya jalan. Ada sekitar 20 meter dari jalaj menuju sekolah, 20 meter itu lahan warga,”ujarnya.

Lahan tersebut menurut Shopina sudah dibicarakan dengan warga pemilik lahan jika ada pemerintah yang mau buat jalan menuju sekolah bisa dimusyawarahkan karena untuk kepentingan sekolah.

“Karena kasihan sekali kalau becek, hujan, jalan nya sempit banyak air, mereka sering kepleset,”pungkasnya. #sug

Komentar Anda
Loading...