Setahun Prabowo-Gibran, MMK Suarakan Aspirasi Warga Palembang,   Emak-Emak Sampaikan Keluhan PKH Hingga Modal Usaha

36
Masyarakat Miskin Kota (MMK) menggelar peringatan setahun Prabowo -Gibran , Nyusahi Kito , Apo Nyenengi Kito !!!!, Senin (20/010/2025) di lapangan  Kiai Cek  Ming 3 Ulu Lr  Jayalaksana, Rt09, Rw 03 Kelurahan 3-4 Ulu Palembang .(BP/udi)

Palembang,BP- Masyarakat Miskin Kota (MMK) menggelar peringatan setahun Prabowo -Gibran , Nyusahi Kito , Apo Nyenengi Kito !!!!, Senin (20/010/2025) di lapangan  Kiai Cek  Ming 3 Ulu Lr  Jayalaksana, Rt09, Rw 03 Kelurahan 3-4 Ulu Palembang .

Yang hadir kebanyakan adalah emak-emak atau ibu-ibu rumah setempat

Ketua MMK, Aripin Kalender, mengatakan,  bahwa meskipun MMK adalah komunitas lokal, mereka merasa perlu ikut menyuarakan kondisi rakyat kecil di bawah kepemimpinan nasional.

“Hari ini, tepat setahun Presiden Pak Prabowo dan wapres Mas Gibran memimpin. Kami masyarakat miskin kota ingin menyampaikan bahwa sebagian program mereka sudah berjalan, tapi sebagian lagi belum terasa dampaknya bagi kami,” ujar Aripin.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu contoh kebijakan yang sudah mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya. Namun, ia menyoroti masih banyak program lain yang belum terealisasi, seperti koperasi merah dan janji penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga:  Dampingi Kelompok Tenun Serat Nanas Pertama di Prabumulih, Pertamina EP Prabumulih Field Dorong Produk Lokal Terus Berkembang

“Kami masih menunggu realisasi koperasi merah karena katanya anggarannya belum ada. Tapi kami bersyukur beberapa proyek strategis nasional, seperti jalan tol di Sumsel, kembali masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ,” tambahnya.

Beberapa proyek jalan tol yang disebut meliputi jalur Lubuklinggau-Curup-Bengkulu, Indralaya-Muara Enim, Palembang-Betung-Jambi, hingga ruas Tapal Betung, yang total panjangnya mencapai ratusan kilometer.

Meski demikian, Aripin menegaskan bahwa harapan terbesar masyarakat miskin kota saat ini adalah akses terhadap pekerjaan.

Baca Juga:  Pemuda Gila Coba Bunuh Ibu Kandung

“Masalah terbesar kami bukan cuma bantuan sosial, tapi lapangan kerja. Dulu dijanjikan 19 juta lapangan kerja. Sekarang anak-anak kami banyak yang sudah tamat sekolah, tapi tidak punya pekerjaan. Hampir 90 persen pemuda dan perempuan di lingkungan kami masih menganggur,” jelasnya.

MMK mendesak pemerintah pusat agar menekan pemerintah daerah, khususnya di Sumatera Selatan dan Kota Palembang, untuk membuka lapangan kerja secara aktif dan rutin.

“Kalau bisa setiap minggu ada rekrutmen atau bursa kerja terbuka, terutama untuk masyarakat kecil seperti kami,” pungkas Aripin.

Aripin berharap agar satu tahun ke depan pemerintahan Prabowo-Gibran lebih berpihak pada masyarakat bawah, khususnya dalam hal ekonomi dan ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Pelaku Penodong Suporter Sriwijaya FC Ditembak Polisi

Sedangkan  emak-emak dari Kelurahan 3-4 Ulu Palembang Sayuni berharap masalah PKH  ada perbaikan.

“ PKH ini kenapa kami ini tidak dapat, yang sudah dapat kenapa  kami sudah di cabut , padahal aku tidak ada lagi anak sekolah  tapi kenapi sembako kami di cabut lagi, ditarik sembakonya, kalu di cabut masalah keuangannya oke tapi kenapa sembakonya di cabut,”keluhnya.

Selain itu dia mengeluhkan banyak anak-anak di tempatnya ini menganggur , tidak ada lapangan pekerjaan.

“ Selain itu kami ini butuh modal untuk usaha,  seringan-ringannya , “katanya di amini rekannya Indrawani dan Anita.#udi

 

Komentar Anda
Loading...