FGD Rembuk Aktivis Se-Sumsel  Bahas Kisah Lama Hingga Aktivis Menjadi Pejabat

30

Palembang, BP

 

Focus Group Discussion (FGD) acara Rembuk Aktivis se Sumsel di hotel Benston berlangsung seru, Kamis (19/9).

Berbagai bahasan dituangkan para aktivis, mulai dari mengulas kisah lama saat berunjuk rasa hingga menyinggung soal aktivis yang saat ini diketahui menjadi pejabat publik namun diduga kini telah acuh tak acuh.

Baca Juga:  Halal Bihalal Alumni UMP Di Kediaman Firdaus Hashullah Jadi Ajang Konsolidasi Alumni

Menurut seorang aktivis asal Palembang Ali Pudi, menurutnya, kini rasa cukup banyak aktivis yang jadi pejabat, tapi mengapa ada juga yang justru malah menjauh dari aktivis, padahal dia pernah demo, aksi dan sebagainya. “Harusnya dia pejabat yang pernah menjadi aktivis lebih mengerti, jangan malah seakan menjauhi rekan rekan aktivis,” katanya.

Baca Juga:  Tambah 39 Kasus pada 18 Oktober, Pasien Covid-19 di Sumsel Jadi 7.143 Orang

Hal serupa juga dikatakan oleh peserta asal Kabupaten Muba, yang mereka rasakan saat ini sangat susah jika aktivis sudah menjadi pejabat untuk berkomunikasi. “Bahkan katanya, Wabup Muba kami itu merupakan aktivis 98, namun masih kami rasakan sulit untuk berkomunikasi,” katanya.

Diketahui, Rembuk Aktivis Lintas Generasi se Sumsel dihadiri ratusan aktivis berasal dari 17 Kabupaten Kota se Sumsel. Acara juga dihadiri oleh narasumber dari Jakarta seperti pengurus Jaman pusat.#osk

Baca Juga:  Dua Kurir Sabu Diatas 5 Gram Dijatuhi Hukuman Minimal

 

 

Komentar Anda
Loading...