Identitas Palembang Jangan Hilang

31
BP/IST
Kemas Ari Panji Spd Msi

Palembang, BP

      Sejarawan  Sumatera Selatan (Sumsel)  Kemas Ari Panji Spd Msi melihat identitas yang dimiliki Palembang dalam sejarahnya harus diterapkan dan dimasukkan ke kurikulum pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menjaga nilai kebudayaan agar tak hilang.

“Mulai dari identitas yang telah hilang dahulu, seperti bahasa Palembang halus, aksara ulu, aksara jawi pada mata pelajaran muatan lokal. Sebagai masyarakat kita mengusulkan dan menyarankan, tinggal pemerintah pengambil kebijakan yang bergerak,” katanya, Senin (17/12).

Baca Juga:  Mayat Tia Ngapung Di Sungai Musi

Ia menyebutkan, begitu pula dengan objek pariwisata dengan dokumentasinya barulah bisa dijual untuk menjadi promosi pariwisata dan objek kajian mengenai kebudayaan dan sejarah yang saat ini belum terakomodir.

“Secara umum kami manjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami degan memberikan sumbangsih pemikiran agar tak padam,” katanya.

Masih kata dia, sisi sejarah yang hilang hanya perlu digali agar tak benar-benar padam dari masyarakat setelah digali barulah pemerintah membuat kebijakan.

Baca Juga:  Kms H A Halim Ali Santuni 600 Anak Yatim

“Tugas kita memulai dan terus mulai, jangan hanya terpaku sebatas seminar-seminar tanpa ada action. Semua unsur guru sejarah, politisi, pers, komunitas Palembang Darussalam semuanya bergerak jangan mati hanya sebatas usulan kalau pemerintah lupa kita ingatkan lagi,” katanya.

Semua unsur kebudayaan bisa jadi identitas budaya , mulai dari pakaian, bahasa, peradaban, sejarah, kurikulum dan semua bisa masuk tapi tidak bisa serentak.

Baca Juga:  Angkutan Batubara dan Kayu Diminta Stop Masuk Jalan Umum

“Kita mulai yang bisa dulu seperti kurikulum atau boleh secara umum memberikan ke wali kota sehingga wali kota mendistribusikan ke dinas  terkait, kalau mandeg kita ingatkan, jika tidak jalan kita mulai dari komunitas,”  katanya.#osk

 

Komentar Anda
Loading...