Dua Pelaku Tindak Kriminal Sadis, di Amankan

Riki (24) dan Afdika (21) yang diduga hendak melakukan aksi begal tak berkutik saat Patroli Direktorat Shabhara Polda Sumsel menemukan parang, pisau dan air keras bawaan keduanya.
Palembang, BP
Riki (24) dan Afdika (21) yang diduga hendak melakukan aksi begal tak berkutik saat Patroli Direktorat Shabhara Polda Sumsel menemukan parang, pisau dan air keras bawaan keduanya.
Kedua warga Kelurahan Karyajaya, Kecamatan Kertapati ini diamankan petugas saat sedang nongkrong diduga hendak menunggu sasaran di pintu masuk Komplek Poligon, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kecamatan IB I Palembang, Kamis (5/9).
Penangkapan kedua pelaku, berawal kecurigaan petugas Bripka Komarudin, Bripka Sulaiman dan Bripka Yusuf dari Dit Sabhara Polda Sumsel yang saat itu sedang patroli rutin di sekitar Gerbang Poligon arah Musi 2 Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara Kecamatan Gandus Palembang, menaruh curiga kedua pelaku saat berada di TKP.
Saat itu. Tiga petugas polisi dari Ditsabhara Polda Sumsel, Bripka Komarudin, Bripka Sulaimab dan Bripka Yusuf dengan mengendarai Mobil Patroli sedang patroli rutin. Melihat kedua terduga pelaku kriminal sadis, curiga melihat keberadaan para pelaku tersebut. “Saat anggota kita patroli masing-masing Bripka Kamaruddin Sulaiman dan Bripka Yusuf sedang patroli melihat ada sepeda motor yang berhenti dalam keadaan mencurigakan,” kata Direktur Shabhara Polda Sumsel Kombespol Drs. Budi Suprayoga,M.Si, Jumat (6/9).
Karena menaruh curiga, petugas pun terus membuntuti kedua pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor jenis Honda Bead tanpa nomor plat, yang mana bodi motor telah ditempeli stiker plastik warna hitam, di saat motor pelaku memutar balik langsung disergap. “Sepeda motornya dibungkus dengan isolasi hitam, plat nomornya tidak ada. Kemudian dari pandangan matanya dia mencurigakan, maka sebagai polisi punya insting yang berbeda. Pada waktu itu anggota tidak langsung menangkap dibiarkan dulu pelaku ini memutar motor setelah mutar baru anggota menghentikan motor tersebut secara mendadak,” jelas Kombes Pol Budi.
Mengetahui diberhentikan oleh petugas kepolisian, satu dari dua pelaku ini berusaha kabur, akan tetapi kembali berhasil diringkus. “Waktu dihentikan, satu pelaku berusaha kabur, kalau dia tidak salah kenapa harus lari, maka dikejarlah oleh anggota, setelah diancam akan ditembak pelaku ini berhenti,” ujarnya.
Saat digeledah, di motor Honda Bead dengan nomor (Nopol) BG – 6399 – ACL kedua pelaku petugas Sabhara Polda Sumsel juga menyita satu buah senjata tajam (sajam) jenis pisau dan satu buah sajam jenis golok panjang dibungkus kertas koran. Satu buah botol isi cuka parah, dan dua stel pakaian ganti milik kedua pelaku.
Kecurigaan petugas jika kedua pelaku ini pelaku kriminal bersenjata, mengingat berdasarkan data di daerah tersebut sering terjadi pembegalan, terakhir seorang pelajar di Kota Palembang menjadi korban pembegalan. “Waktu digeledah kita menemukan barang bukti di dalam motor, kemudian ada golok panjang dibungkus kertas, cuka parah dan dua pasang baju serep. Ada kemungkinan dia rencana melakukan tindak pidana karena ada informasi sebelumnya bahwa menurut data intelijen di situ pernah kejadian penikaman terhadap anak-anak SMA maka ketika kita patroli di situ,” terangnya.
Untuk proses hukum, dikatakan Dirsabhara Polda Sumsel, kedua pelaku bersama barang bukti diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.
“Saat kita amankan warga sempat berkumpul, takut kalau warga menghakimi kedua pelaku, maka langsung kita bawa ke sana, mereka berdua sementara kita kenakan UU Darurat 12 Tahun 1951. Selanjutnya kedua pelaku akan kita serahkan ke reserse, untuk mereka kembangkan,” katanya.
Sementara itu setelah diamankan kedua pelaku kompak mengaku bila saat itu mereka hanya sedang menunggu orang untuk melakukan aksi balas dendam. Karena, ada keponakan mereka yang dipukuli orang.
“Kami menunggu saja, bila ada orang yang mengeroyok keponakan kami lewat langsung kami serang,” kata keduanya.#osk