IALI Sumsel Siap Berperan Kembangkan Wisata di Sumsel

Musyawarah Daerah ke-2 IALI 2019, di Hotel Paradise Palembang, Sabtu (24/9)
Palembang, BP
Untuk mengembangkan destinasi pembangunan wisata di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) hadir berperan mendesain perencanaan suatu kawasan untuk dikelola agar tidak merusak lingkungan.
Ketua Pengurus Daerah Sumsel IALI, Sri Novi Adrianti mengatakan, berbicara tentang arsitektur Lansekap maka akan berbicara tentang bentang alam sejauh mata memandang, kemudian di dalamnya bukan hanya menata menjadi indah tapi juga ramah lingkungan dan sekarang IALI mengambil peran dipariwisata.
Menurut Yanti Mochtar begitu dia akrab disapa mengatakan, salah satu kawasan yang perlu mendapatkan perhatian di Kota Palembang adalah kawasan Jembatan Ampera dan sekitarnya.
“Kita berkeinginan menata kawasan Palembang, jangan sampai ada bangunan merusak view tampilan Jembatan Ampera, selain itu juga kita akan terlibat dalam meminimalisir karhutla,” katanya saat Musyawarah Daerah ke-2 IALI 2019, di Hotel Paradise Palembang, Sabtu (24/9).
Dan pada musyawarah daerah kedua ini, IALI kali ini sedang gencar-gencarnya mengembangkan destinasi wisata di 17 Kabupaten/kota se Sumsel.
“IALI adalah profesi arsitek yang berbeda dengan arsitek building, jika berbicara arsitek di ibaratkan lansekap, yaitu mengenai bentang alam sejauh mata memandang,” katanya.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dipecahkan, karena sebagian besar wilayah Sumsel dikelilingi lahan gambut.
“Disinilah menjadi PR bagi IALI untuk ikut membantu Pemerintah bagaimana menjadikan suatu kawasan ramah lingkungan, intinya perencanaan itu tidak serta merta di indahkan, tapi yang harus diperhatikan adalah menjaga lingkungannya,” katanya.
Dirinya berharap, kedepan IALI dapat berkontribusi untuk pembangunan Sumsel pada umumnya. Sekaligus bersama Pemerintah dan penggiat lingkungan hidup untuk menjaga lingkungan guna mengembangkan pembangunan destinasi wisata.
Sementara itu, Staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ahmad Rizali menyambut baik acara musda yang digelar oleh IALI tersebut, dan dirinya berharap kedepan IALI selalu berkomunikasi dengan jajaran Pemprov Sumsel.
“Semoga Musda ini dapat menghasilkan hal yang baik, jangan pernah berputus asa, dan yang terpenting IALI selalu berkomunikasi dengan kami,” katanya.
Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas PUPR kota Palembang, Faizal Riza menyampaikan, bahwa pembangunan di kota Palembang tidak mungkin dilakukan pemerintah secara sendiri namun perlu di dukung pihak swasta dan masyarakat.
Maksudnya, masyarakat disini perannya IALI sebagai profesi dibidang lanskap. Karena Palembang kedepan ingin memajukan pariwisata spot-spot yang perlu di kembangkan seperti Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Kambang Iwak dan Monpera.
“Sebenarnya IALI bisa dimanfaatkan untuk memberikan masukan bagaimana baiknya lanskap dalam penataan dan mendasain kawasan wisata di Kota Palembang. Nantikan dari PUPR akan melakukan komunikasi, menyumbangkan pikiran Palembang kedepan,” katanya
“Icons spot di Kota Palembang perlu di tingkatkan dan diangkat agar semua tahu dalam mewujudkan Palembang Emas Darussalam,” katanya.#osk