Sekolah Xavarius Lebong Gajah Pernah Berdiri Barak Jepang

182
BP/DUDY OSKANDAR
pemilik 1 Bunker (Rumah Jepang) di Jalan Betawi Raya, Kelurahan Lebong Gajah, Marcel (85) (tengah) 

Palembang, BP
Komplek Sekolah Xavarius yang terletak di Jalan Betawi Raya No. 1707, Kelurahan Lebong Gajah , Kecamatan . Sematang Borang, Palembang ternyata adalah bekas barak pasukan Jepang.
Seperti diketahui Kelurahan Lebong Gajah merupakan wilayah penting saat masa penjajahan Jepang di Indonesia. Wilayah ini termasuk pangkalan militer Jepang untuk mendukung sejumlah operasi di Indonesia.
“ Sekolah Xavarius itu adalah asrama Jepang, khan Jepang menguasai wilayah ini dari pagar besi itu, itu areal Jepang semua, dulu sudah ada empat landasan meriam tapi katanya udah dibongkar,” kata pemilik 1 Bunker (Rumah Jepang) di Jalan Betawi Raya, Kelurahan Lebong Gajah, Marcel (85), Senin (29/7).
Menurut Marcel, asrama Jepang bentuknya seperti bedeng atau barak.
“ Di depan sekolah Xavarius di seberang jalan, itu ada tiga rumah komandannya, rumahnya bagus-bagus, tapi rumahnya enggak ada lagi,” katanya.
Selain itu batas wilayah kekuasaan Jepang di Sematang Borang menurutnya dari rumah besi itu yang sudah kosong sampai ke ujung Lebong Gajah yang sekarang di beri nama Jalan Jepang.
“Jalan Jepang itu tembus sampai Suka Mulya,” katanya.
Sedangkan Lurah Lebung Gajah, Chodijah Anggeraini yang memimpin secara langsung penelitian peninggalan Penjajahan Jepang di wilayah Kelurahannya tersebut bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Sejarah UIN Raden Fatah Palembang berharap banyak dengan hasil penelitian ini.
“Harapannya penelitian ini akan menjadi titik awal pengembangan potensi yang ada di kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang. antara lain pengembangan peninggalan penjajahan Jepang ini menjadi Kelurahan berbasis wisata,” kata Icah sapaan akrabnya di dampingi oleh Daryanto Staf Kelurahan Lebung Gajah.
Masih menurut lurah Lebung Gajah, bahwa selanjutnya hasil penelitian akan disosialisakan kepada masyarakat (publik) dan dilakukan registrasi benda cagar budaya serta analisis pengembangannya.
Sementara itu, anggota tim peneliti yang terlibat, Kemas AR Panji, (Dari Komunitas Pecinta Sejarah) membenarkan bahwa kemarin, senin (29/7) telah dilakukan observasi atau penelitian lapangan.
Pada awalnya didapatkan ada 6 titik Landasan Meriam Jepang Lebung Gajah (LMJLG) dan 1 Bunker Jepan g Lebung Gajah (BJLG).
“Betul tadi saya dan Tim, di bantu oleh Tim kelurahan telah melakukan penelitian lapangan, sebagai penelitian awal. Hasil. Sementara kami menemukan 8 titik LMJLG dan 1 BJLG”tidak menutup kemungkinan masih ada temuan lainnya.” Katanya.
Masih dalam laporan penelitiannya, kemas ari mengatakan bahwa penemuan ini terbagi menjadi 3 zonasi, yakni Pertama; ada 4 titik LMJLG di komplek Yayasan Xaverius, Kedua; 4 titik LMJLG lagi di RT. 23, dan yang Ketiga; 1 rumah/bunker di Jln Betawi Raya.
Kemas mengungkapkan, Palembang sebagai lokasi pangkalan militer Jepang di Pulau Sumatera. Sehingga wajar jika ditemukan banyak bunker Jepang dan sejenisnya di Kota Palembang.
Menurut dia, penemuan terbaru bunker Jepang dan landasan meriam di Sematang Borang ada hubungannya dengan bunker Jepang lainnya di KM 5, Jakabaring, Simpang Charitas dan tempat lainnya.
“Ada hubungannya, karena Palembang ini sebagai pangkalan militer Jepang,” kata Kemas.
Menurut dia, penemuan landasan meriam dan bunker Jepang ditemukan di tiga lokasi.
Pertama bunker Jepang ditemukan dikediaman Sudiro. Kondisi bunker kata dia masih utuh tapi bagian atasnya sudah dibangun rumah.
Sedangkan landasan meriam di temukan di SD Xaverius 9 Lebong Gajah, SD Negeri 23 Palembang.
“Kondisinya ada yang utuh dan ada yang sudah tertutup bangunan,” katanya. Setelah melakukan penelitian ini, pihaknya akan melakukan perkembangan lebih lanjut.#osk

Komentar Anda
Loading...