Ade Indra Chaniago Tegaskan Hanya Kritik Kebijakan Herman Deru Sebagai Gubernur Sumsel Bukan Sebagai Pribadi

314

“Saudara kami Ade Indra Chaniago salah satu pelaku sejarah reformasi. Kami menolak keras tindakan kriminalisasi dan pembungkaman aktivis. “ kata Charma dihadapan jajaran kepolisian yang berjaga.

Aktivis lainya , Sukma Hidayat menyayangkan kriminalisasi yang terjadi kepada Ade Chaniago.

“Tolong para penguasa jangan kerdilkan dan jangan kuburkan semangat juang para aktivis dalam membangun tumbuh kembang Pembangunan di NKRI” katanya.
Sukma berjanji jika kasus ini tetap di teruskan maka akan dilaporkan ke Komnas HAM, Komisi Perlindungan Saksi dan lembaga negara lainnya.

Baca Juga:  Pendam II Swj Gelar Donor Darah

Sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi untuk Indonesia Cerdas melakukan aksi unjuk rasa meminta Gubernur Sumsel, Herman Deru menertibkan pungutan liar di sekolah karena bertentangan dengan kebijakan sekolah gratis di Sumsel.
Koordinator Aksi, Ade Indra Chaniago ketika menyampaikan orasinya di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Senin (13/5) mengatakan sekolah tempat belajar bukan tempat mencari untung.

“Kami menolak segala bentuk pungutan di sekolah bertopeng komite dengan alasan apapun karena memberatkan orang tua siswa,” katanya.

Baca Juga:  Irma Suryani Chaniago: Wajar Jika Kawan Kawan Aktivis Memberikan Kritisinya

Menurutnya, kebijakan sekolah gratis yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sumsel sekarang ini sudah menyimpang dari konsep awal, karena faktanya siswa harus membayar berbagai bentuk pungutan yang ditetapkan pihak sekolah dan komite.

Gubernur Herman Deru juga diminta untuk membentuk tim melakukan penertiban segala bentuk pungutan di sekolah-sekolah negeri.

Selain itu meningkatkan anggaran pendidikan minimal 20 persen sesuai dengan amanat Undang Undang.

Sementara Gubernur Sumsel, Herman Deru ketika menjumpai massa yang menggelar aksi damai itu mengatakan, dirinya berterima kasih telah diingatkan soal janji politik sekolah gratis.

Baca Juga:  Alex Noerdin Sosialisasikan Asian Games di Hadapan Ribuan 'Pendekar'

Untuk mewujudkan janji politik tersebut pihaknya berupaya melakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku sehingga pelaksanaannya tidak bertentangan dengan aturan.

“Sekolah tentunya kalau gratis ya gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun, jika di lapangan ada pungutan perlu ditertibkan dan dibahas secara tuntas permasalahan itu secara bersama-sama,” kata Gubernur.#osk

Komentar Anda
Loading...