GBHN Penting Sebagai Panduan Pembangunan

16
Anggota MPR RI Ali Taiher Parasong di ruang wartawan DPR, Senayan.

Jakarta, BP–Anggota MPR RI Ali Taiher Parasong menegaskan, Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) diperlukan untuk mengontrol capaian kinerja dan anggaran pembangunan. Pembangunan  lebih terukur, terarah serta langsung bisa  dirasakan rakyat.

“Amandemen atau tidak, yang terpenting negara  harus  memiliki haluan negara, agar anggaran dan  pembangunan  terukur dan terarah dengan baik,” ujar Ketua Komisi VIII  DPR itu di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Senin (29/7).

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR: Kemajuan Daerah, Kemajuan Bangsa Indonesia

Menurut  Ali Taher, proses pembangunan  tergantung pada janji-janji kampanye atau visi misi presiden. Akibatnya,  proses pembangunan  tergantung kepada presiden. Itulah yang terjadi setelah era reformasi digulirkan. “Hakuan Negara sangat penting agar  anggaran di APBN  tidak terstruktur, sistimatis dan masif,” jelasnya.

Pengamat Politik Emrus Sihombing menegaskan,   GBHN dihidupkan kembali bukan untuk  mengatur secara detil terkait teknis pelaksanaan maupun besaran anggarannya. Sehingga, pemerintah tidak bisa berbuat maksimal dan  tidak inovatif. “GBHN itu hanya panduan  bagi penyelenggara negara untuk membangun bangsa dan negara demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Baca Juga:  Ketua MPR Soroti Tingginya Kekerasan Terhadap Perempuan

Emrus  meminta MPR RI dan masyarakat mencermati pasal per pasal atau ayat per ayat dari rencana amandemen UUD NRI 1945 secara terbatas tersebut. Soalnya, kalimat politisi itu terkadang  bersayap serta memiliki kepentingan. “Misalnya wilayah kekuasaan negara disebut dibagi-bagi , makanya ada jabatan gubernur, bupati dan wali kota. Harusnya kata bagi harus terdiri dari, karena Indonesia bukan negara liberal,” jelas Emrus. #duk

Baca Juga:  Kasus Suap Muba, Bambang-Adam Minta Keringanan

Komentar Anda
Loading...