Tak Ada Lagi Blok, Kini Saatnya Bersatu

13
BP/DUDY OSKANDAR
Pemuda NKRI Sumsel bersama dengan FKUB Sumsel menggelar kegiatan dialog dengan tema Rekonsiliasi Pascapemilu Membangun Sumsel Untuk Indonesia 2019 di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (24/7).

Palembang, BP
Suasana politik yang saat ini terjadi di Sumsel pascapemilu serentak yang lalu, telah membuat masyarakat jadi terkotak-kotak dan terpecah belah. Untuk itu, sebagai upaya menjaga keutuhan dan kebhinekaan yang ada saat ini, perlu ada langkah strategis dan upaya rekonsiliasi di tengah-tengah masyarakat. Hingga pada akhirnya, terwujudnya masyarakat yang utuh dan bersatu dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk mewujudkan semua itu Pemuda NKRI Sumsel bersama dengan FKUB Sumsel menggelar kegiatan dialog dengan tema Rekonsiliasi Pascapemilu Membangun Sumsel Untuk Indonesia 2019 di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (24/7).
“Kita melihat sejauh ini banyak faksi dan perpecahan di dalam masyarakat, akibat adanya perbedaan pilihan selama pemilu lalu. Karena itu, kami selaku pemuda NKRI di Sumsel memandang perlu ada upaya dari kota bersama untuk rekonsiliasi dan juga melebur jadi satu. Mari kita semua jaga persatuan dan melupakan perbedaan di kita. Pemilu sudah usai, tidak ada lagi kubu 01 ataupun kubu 02, yang ada kubu 03 persatuan Indonesia,” kata Ketua Panitia Rekonsiliasi Pascapemilu 2019, Nursyamsi didampingi Inisiator Pemuda NKRI Sumsel Ahmad Marzuki ditemui di sela-sela kegiatan di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (24/7).
Karena itu, melalui rekonsilasi yang juga dihadiri elemen masyarakat mulai tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah dan TNI-Polri, hendaklah bisa melupakan perbedaan yang ada tadi dan kembali bersatu untuk bersama-sama, kita bangun Indonesia yang kuat, mandiri dan rakyatnya sejahtera.
” Himbauan kita, mari sama-sama melupakan pemilu yang lalu dan bersatu padu membangun lagi dan merajut persaudaraan terpecah belah saat pemilu lalu, khusus Provinsi Sumsel Zero conflict yang ada akan terus dijaga,” katanya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel, H Mal’an Abdullah mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk terus dilakukan. Apalagi, selama pemilu lalu, masyarakat semakin terpecah belah antara dua kubu yang seharusnya selesai begitu pemilu berakhir dan sudah diumumkan oleh KPU siapa pemenangnya atau presiden terpilih untuk lima tahun ke depan.
” Tidak sesederhana itu untuk melakukan langkah rekonsilasi, tapi perlu usaha kita untuk pulihkan keutuhan NKRI jadi sangat penting. Melihat itulah, jadi target kita dalam proses berbangsa dan bernegara. Serta membangun kembali keutuhan dari masyarakat dan bergerak maju jadi lebih baik, beradab dan bisa bersaing daripada percaturan kehidupan di dunia,” katanya.
Hadir dalam kegiatan tersebut rektor Taman Siswa Joko Siswanto, Ketua Walubi Sumsel Karto Wibisono Tokoh Umat Buddha Sumsel Hindralili.#osk

Komentar Anda
Loading...