Mustahil Pemilihan Pimpinan MPR Secara Musyawarah

Jakarta, BP–Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem, Johnny Plate menegaskan, mustahil pemilihan pimpinan MPR RI dilakukan secara musyawarah mufakat. Sebab, masing-masing partai di DPR RI memiliki kepentingan berbeda-beda, meski sejatinya MPR RI mengutamakan koalisi kebangsaan untuk kepentingan bangsa dan negara,
“Koalisi di MPR RI untuk kepentingan bangsa dan negara terutama membahas konstitusi, serta sosialiasi empat pilar MPR RI. Jadi itu urusannya anggota , bukan fraksi. Tapi, untuk paket pimpinan MPR nanti dipilih melalui voting, karena fraksi memiliki kepentingan,” tegas Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (12/7)..
Dikatakan, meski koalisi Jokowi – Ma’ruf Amin mayoriitas di parlemen, 349 kursi DPR atau 60,7 persen (PDIP, Golkar, PKB, NasDem, dan PPP), tidak perlu khawatir pimpinan MPR RI dijabat dari partai oposisi.”Sayaop timis 136 anggota DPD RI akan mendukung koalisi kebangsaan,” tuturnya.
Johnny berharap Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat tidak bergabung ke koalisi Jokowi – Ma’ruf Amin, sehingga akan ada penyeimbang yang efektif dan konstruktif untuk mewujudkan pemerintahan sehat. “Pemerintahan yang sehat itu penting menghadapi tantangan global, baik ekonomi, maupun sosial politik yang bisa berdampak pada Indonesia,” tambahnya.
Wakil Ketua DPD Nono Sampono, mengatakan, MPR RI harus mengutamakan kepentingan bangsa sekaligus menjaga NKRI. Lepaskan kepentingan politik, agar terjadi pro dan kontra soal kinerja pemerintah.
Menurut Nono, pemerintah tetap harus lebih kuat karena Indonesia menganut sistem presidensil, hanya saja tetap harus ada penyeimbang. Tidak boleh ada pemerintahan yang absolut. “Kini DPD sedang menuntaskan Tatib DPD RI untuk aturan calon pimpinan MPR RI lebih dari satu orang, jika paket MPR RI nanti lebih dari satu paket,” ungkapnya.
Pakar Tata Negara, Said Salahuddin menegaskan, proses impeachment lebih berat dibanding dengan proses amandemen UUD NRI 1945. Karena itu koalisi Jokowi – Ma’ruf Amin tak perlu khawatir, jika pimpinan MPR RI dari oposisi. “Untuk menyatukan suara DPD juga susah, jika tak ada figur yang kuat,” tambahnya. #duk