Kerajaan Sriwijaya Memerangi Kerajaan Kediri, Kesultanan Perlak dan Kerajaan Singasari

1,048

Oleh sebab itu Maharaja Cina selamanya bersahabat dengan Kerajaan Sriwijaya, serta juga memberikan bantuan segala macam perlengkapan perang dan keperluan kerajaan olehnya pada waktu Sultan Parlak melepaskan negaranya dari kekuasaan 20 Kerajaan Sriwijaya. Sang Sultan berdamai dan mencari bantuan kepada Kerajaan Singhasari. Pada seribu seratus sembilan puluh tujuh (1197) Tahun Saka Raja Singhasari Sri Maharaja 5 Kartanagara mempersiapkan bala tentaranya menuju ke Negeri Melayu dipimpin oleh Sang Kebo Anabrang sebagai 10 Panglima Angkatan Laut dan Panglima Perang.

Bala tentara Singhasari berangkat dengan segala peralatan perang dan 15 perlengkapannya. Balatentara Singhasari yang berangkat ke seberang memiliki tujuan yang banyak, di antaranya yaitu ingin menjalin 20 persahabatan dengan Kerajaan Melayu, Kerajaan Parlak, dan kerajaan-kerajaan yang ada di pulau-pulau di Bumi Nusantara. Selain itu keberangkatan Sang Kebo Anabrang ke Sumatera dengan 5 membawa pulang permaisuri yaitu Darakencana, istri Sri Maharaja Kertanagara, karena sang permaisuri ingin 10 tinggal di Negeri Melayu, yaitu negerinya.

Baca Juga:  Paparkan Renstra Muba, Dodi Reza Pukau Mahasiswa FH Unsri

Balatentara Singhasari dijadikan pemimpin bagi kerajaan-kerajaan yang takluk kepada Kerajaan Singhasari termasuk negara yang sudah menjadi sahabat dan meminta agar terus menjalin persahabatan dengan Sri Maharaja Kertanagara. Sebagai sahabat mereka, angkatan laut Singhasari selalu berkeliling ke negeri-negeri seberang yaitu Sanghyang Hujung, Tanjungpura, termasuk Bakulapura, Makasar termasuk pulau-pulaunya, Ghurun, Seran, dan pulau-pulau di sekitarnya, Sunda di Bumi Jawa Barat, Ambun, Maloko, dan pulau-pulau di sekitarnya, dan banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga:  Peran Perempuan Di Politik Masih Minim

Oleh karena itu, ketika Sultan Parlak diserang oleh balatentara Sriwijaya, balatentara Singhasari datang ke situ, melepaskan Kerajaan Parlak yang ada di Pulau Sumatera bagian utara. Akhirnya balatetara Sriwijaya melarikan diri karena kalah.

Maharaja Cina marah ketika mengetahui balatentara Singhasari unggul perangnya. Tetapi balatentara Cina tidak membalas serangan itu, karena di dalam negerinya juga banyak pemberontakan. Selain itu Bala tentara Cina juga sedang menaklukkan beberapa negeri yang jauh. Serta bala tentara Singhasari tidak memusuhi balatentara Cina, karena Kerajaan Singhasari dengan Kerajaan Cina bersahabat.

Kemudian ketika putri Sri Maharaja Kertanagara dari permaisuri Darakencana yaitu Putri Darajingga dijadikan istri oleh sang Rajamuda Melayu Sri Wiswarupakumara putra Raja Melayu Dharmmaçraya Tribhuwanaraja Mauliwarmmadéwa pada seribu dua ratus tiga (1203) Tahun Saka.

Baca Juga:  Selama 2021, DPRD Sumsel Hanya Hasilkan Tiga Raperda Usul Inisiatif

Sri Kertanagara diberi hadiah arca Amoghapāça dan surat dari Raja Melayu dengan beberapa orang mentri raja, ahli nujum, dan balatentara Singhasari. Sangat senanglah hati rakyat negeri Melayu, dirajai oleh Raja Melayu Tribhuwanaraja Mauliwarmmadéwa.

AdapunTribhuwanaraja dengan Darakencana itu kakak beradik. Jadilah Sri Wiswarupakumara dengan istrinya yaitu Darajingga saudara satu kakek. Kemudian sang mahakawi dari Sundagiri dan sang mahakawi (Swarnabhumi) mengisahkan lagi demikian, tentang hubungan saudara dari keluarga besar Raja Sunda, Raja Melayu, dan Raja Jawa.

Komentar Anda
Loading...