Kerajaan Sriwijaya Memerangi Kerajaan Kediri, Kesultanan Perlak dan Kerajaan Singasari
Bukankah di Pulau Sumatera bagian utara banyak para pendatang dari Negeri Arab, Ghujarat di Bumi Bharata, Parsi, Negeri Sopala, Negeri Kibti, Yaman di Bumi Hadramaut, Bagdad, serta yang lainnya lagi. Mereka – para pendatang – itu memeluk agama, yaitu agama Rasul yakni Agama Islam.
Sang Sultan sendiri memeluk agama Islam Aliran Syi’ah. Adapun keturunannya yaitu putri Raja Parlak. Sesudahnya Sayid Abdulajis mangkat kemudian digantikan oleh putranya yaitu Sultan Alaiddin Abdurakim Syah gelarnya. Sayid Abdurakman menjadi sultan pata tahun seribu seratus delapan (1108) Saka sampai seribu seratus tiga puluh tiga (1133) Saka.
Sementara itu Negeri Paseh di Bumi Sumatera bagian utara juga sudah lama berdiri sebagai kerajaan kecil sejak tahun seribu lima puluh (1050) Saka. Adapun Sultan Negeri Paseh yang pertama yaitu Sultan Abud Al kamil namanya. Karena itu lamanya seratus lima puluh tujuh tahun atau sampai tahun seribu dua ratus tujuh (1207) Saka, sudah beberapa orang raja Negeri Paseh.
Adapun Abud Almalik tersebut asal mulanya adalah seorang laksamana angkatan laut Kerajaan Mesir dari Dinasti Fatimiyah. Dia diberi kekuasaan sebagai sultan di Paseh di Bumi Sumatera bagian utara. Setelah menjadi Sultan Paseh maka raja-raja setelahnya disebut Almalik dinastinya.
Karena di Mesir terjadi pergantian dinasti sultan yang memerintahnya, dari Dinasti Fatimiyah ke Dinasti Mamaluk, yang juga disebut Dinasti Ayyub, kemudian Sultan Mesir mengutus dutanya yaitu laksamana angkatan laut Sekh Ismail Asiddik namanya.
Sampailah ia di Pulau Sumatera bagian utara. Di situlah sang laksamana kemudian merajakan kepala daerah Paseh Marah Silu. Bukankah dia dan para pengikutnya sudah memeluk agama Rasul. Marah Silu dirajakan olehnya menjadi Sultan Paseh dengan gelar Sultan Malikus Saleh.
Menjadi Raja Paseh pada seribu duaratus tujuh (1207) Tahun Saka hingga seribu dua ratus Sembilan belas (1219) Tahun Saka. Sultan Malikus Saleh kemudian menikah dengan putrid Perlak Ratu Ghanggansari namanya, ia putrid Sultan Parlak Makhdum Alaiddin Muhammad Amin Syah ibnu Malik Abdulkadir. Adik Putri Ghanggansari yaitu Ratu Ratna Komalasari dijadikan istri oleh Raja Tumasik yaitu Raja Iskandar 20 Syah. Adapun Sultan Makhdum Alaiddin Muhammad Amin Syah, menjadi Sultan Parlak pada seribu seratus enam puluh lima (1165) Tahun Saka sampai seribu seratus delapan puluh Sembilan (1189) Tahun Saka.
Namanya adalah Sultan Makhdum Alaiddin Abdulkadir Syah. Menjadi Sultan Parlak sendiri empat tahun, yaitu pada seribu seratus enam puluh satu (1161) Tahun Saka sampai seribu seratus enam puluh lima (1165) Tahun Saka. Dia berkuasa sebagai sultan dari hasil perebutan terhadap Sultan Alaiddin Mughayat Syah dari Dinasti Abdulajis.
Sultan Makhdum Alaiddin Abdulkadir Syah tersebut nama yang sesungguhnya adalah Wong Agung Meurah Abdulkadir. Adapun Sultan Alaiddin Mughayat Syah atau sultan yang direbut kekuasaannya menjadi raja sendiri selama 10 tiga tahun yaitu pada seribu seratus lima puluh delapan (1158) Tahun Saka hingga seribu seratus enam puluh satu (1161) Tahun Saka. Dia adalah putra Sultan Alaiddin Sayid Abas Syah ibnu Sayid Abdurakim Syah.
Sultan Sayid Abas Syah menjadi raja pada seribu seratus tiga puluh dua (1132) Tahun Saka. sampai seribu seratus lima puluh delapan (1158) Tahun Saka. Kemudian menurut kisahnya lagi, kakanda Putri Ghanggansari yaitu Sultan Kahdu Abdulmalik Syah namanya, menggantikan ayahnya yaitu Sultan Makhdum Alaiddin Muhammad Amin Syah.
Sultan Makhdum Abdulmalik Syah menjadi sultan pada seribu seratus delapan puluh sembilan (1189) Tahun Saka sampai pada seribu seratus sembilan puluh tujuh (1197) Tahun Saka Seperti yang sudah diceritakan tadi, seluruh kerajaan di Bumi Sumatera diatur dan takluk kepada maharaja Sriwijaya.