Tidak Ada Tuslah, Berlakukan Tarif Batas Atas

87
Memasuki H-8 tampak suana terminal lama samping Kodim 0404 Muaraenim masih sepi dari calon pemudik lebaran 1440 H.

Muaraenim, BP–Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muaraenim melarang bus antar penumpang dalam provinsi (AKDP) memberlakukan tambahan pembayaran tiket atau tuslah selama arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1440 H Bus hanya diperkenankan memakai tarif batas atas dan bawah yang sebelumnya telah ditetapkan.  

Kepala Dishub Muaraenim H Riswandar, SH, MH melalui Kabid Angkutan Akhmad Junaini mengatakan, berdasarkan aturan yang berlaku kini tidak lagi diperkenankan angkutan penumpang untuk menerapkan tuslah. “Tidak ada tuslah,” tegas Junaini koran ini, Selasa (28/5).

Baca Juga:  Honda Jazz Ditabrak Kereta, Ibu dan Anak Selamat

Junaini menjelaskan, untuk penyesuaian tarif selama arus mudik dan balik bus AKDP hanya diperkenankan berpatokan pada tarif batas atas. Terkait nominal, hal tersebut telah diatur dan jika dikalkulasikan nilainya. “Sudah ada penetapan tarif batas atas dan bawah, jadi itu yang digunakan,” katanya.

Ditegaskannya, jika ditemukan ada angkutan penumpang yang melanggar ketentuan maka pihaknya akan langsung melakukan penindakan. “Sanksi Paling berat pencabutan izin trayek angkutan,” tuturnya.

Baca Juga:  Irigasi Ambrol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Hanyut

Terkait tarif batas atas dan bawah, kata dia, tarif batas atas angkutan penumpang antar kota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi trayek Muaraenim-Palembang Rp40 ribu per penumpang. Sedangkan untuk bus Damri tarifnya Rp55 ribu per penumpang. “Tarif AKDP sudah ditetapkan oleh Gubernur Sumsel. Untuk tarif penumpang bus Damri tidak mengalami kenaikan,” jelasnya.

Sementara itu,  pengurus Tranpotasi Damri Muaraenim, Edi (50), menjelaskan memasuki H-8 belum ada lonjakan penumpang. “Diprediksi terjadi lonjakan penumpang H-4. Untuk tarif tidak mengalami kenaikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Harga Buncis Tembus Rp15.000 Per Kg

Terpisah, pengurus bus AKDP Kamrata Jaya, Husin (51), mengaku memasuki H-8 belum terjadi lonjakan penumpang. “Masih sepi, baru ada dua penumpang. Biasanya terjadi lonjakan penumpang H-7 dari Palembang. Dan dari Muaraenim lonjakan penumpang memasuki H+3. Untuk tarif Palembang-Muarahnim tetap Rp40 ribu, tidak ada tuslah,” akunya. #nur  

Komentar Anda
Loading...