Nekat Beroperasi di Bulan Puasa Kafe Remang-remang di Kelurahan KBL Ditutup Paksa

41
Kafe Remang-remang di Kilometer 4 Kelurahan KBL Baturaja Timur, ditutup paksa oleh pihak kelurahan setempat karena beroperasi di bulan Ramadhan. BP/Ariyan

Baturaja, BP — Sebuah kafe remang-remang di Kilometer 4 Kelurahan Kemelak Bindung Langit (KBL) Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ditutup paksa oleh aparatur kelurahan setempat, Sabtu (18/5) malam.

Kafe remang-remang itu ditutup lantaran beroperasi di bulan Ramadhan. Selain itu tidak mengantongi izin operasional.

“Kita bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Ketua RT setempat, terpaksa menutup kafe di Kilometer 4 Kelurahan KBL yang bangunannya semi permanen itu, lantaran menyediakan minuman yang diduga minuman keras (miras) dan hiburan karaoke di bulan Ramadhan sehingga mengganggu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah Puasa dan Salat Tarawih,” ujar Lurah KBL Baturaja Timur, Helawi.

Baca Juga:  Pengurus PMII OKU Dilantik

Helawi mengatakan, tempat itu juga disinyalir menjadi tempat mangkalnya wanita penghibur. Masyarakat resah ditambah suara musik yang bising dan diduga bau miras.

“Ini kan, bulan Ramadhan jelas-jelas sangat menggangu kenyamanan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” kata Helawi, saat dikonfirmasi beritapagi.co.id, melalui pesan WhatsApp, Minggu (19/5/2019).

Helawi menjelaskan, baru-baru ini pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kafe yang beroperasi di bulan Ramadhan. Dari laporan tersebut kita langsung ke lokasi, ternyata memang benar kafe remang-remang itu beroperasi. Sebenarnya sudah sejak lama kita curiga mengingat lokasi itu selalu ramai di malam hari bahkan terlihat wanita penghibur berpakaian seksi.

Baca Juga:  Ojol Jadi Korban Begal di Jakabaring

“Nah, dari situlah kita bersama 3 pilar langsung mendatangi dan menutup paksa kafe remang-remang tersebut agar tidak beroperasi di bulan Ramadhan,” kata dia.

Sementara itu pemilik kafe yang enggan menyebutkan namanya mengaku pasrah kafe miliknya ditutup paksa.

Dia mengatakan, kafe ini cuma tempat mencari nafkah. Disinilah kami makan untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari. Bukan cari kekayaan.

Baca Juga:  Tingkatkan Komunikasi Publik yang Efektif, Kemenkumham Sumsel Gelar Pelatihan Kehumasan dan Keprotokolan

“Kalau sudah ditutup seperti ini, mau gimana lagi. Iya, pasrah sajalah mas,” kata dia saat dimintai konfirmasi, Minggu (19/5/2019). #yan

Komentar Anda
Loading...