Takut Ditangkap Lagi, Istilah People Power Ganti Jadi Gerakan Kedaulatan Rakyat

53
Amien Rais (suara.com)

Jakarta, BP — Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, tak ingin ada lagi elite BPN yang ditangkap polisi karena menggerakkan people power. Ia minta para relawan pendukung pasangan capres 02 mengganti istilah people power.

Kasus yang menyeret politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana menjadi contoh. Amien tetap menyerukan perlawanan namun tak lagi menggunakan istilah people power melainkan mengubahnya dengan sebutan Gerakan Kedaulatan Rakyat.

Baca Juga:  Ditlantas Polda Sumsel Berhasil Usut Dugaan Kendaraan Bodong

“Saya ingatkan Eggi Sidjana ditangkap polisi karena bicara people power, kita sekarang gunakan (istilah) gerakan kedaulatan rakyat,” kata Amien di Gedung Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

Sebelumnya banyak relawan yang hadir dalam kegiatan pengungkapan fakta-fakta kecurangan Pemilu saat Prabowo berpidato berteriak istilah People Power.

Berkali-kali teriakan itu menggema setiap kali Prabowo menyebut adanya kecurangan dalam Pemilu 2019 ini.

Baca Juga:  Nama Dipakai Teman untuk Pinjol , Tri Lapor Ke Polrestabes Palembang

Usai Prabowo berpidato, Amien pun mengajak agar masyarakat mengganti istilah itu dengan sebutan Gerakan Kedaultan Rakyat untuk menghindari penangkapan polisi seperti yang menjerat Eggi Sudjana.

Koordinator Jurubicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, pun mengatakan apa yang diungkapkan oleh Amien merupakan satire politik soal penangkapan terhadap beberapa orang karena istilah people power itu. Padahal jelas kata dia, people power bukanlah sesuatu yang menakutkan.

“Iya. Kedaulatan rakyat. Itu hanya kata-kata saja. Itu sebanarnya satire yg disampaikan pak Amien. People power itu bukan sesuatu yg sebenarnya menakutkan,” kata Dahnil.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Tepis Isu Jutaan Tenaga Kerja Tiongkok Masuk RI

Lagi pula hal yang sebenarnya dari people power adalah sebuah ungkapan protes dari masyarakat.

“People power itu ungkapan protes masyarakat. Pemilu juga people power. Jadi, saya mau menyebutkan yg tidak boleh itu anarkisme, yg tidak boleh itu mengganti dasar negara, nah itu makar,” kata dia.#osk

Komentar Anda
Loading...