Nang Bunuh Calon Pendeta Karena Tersinggung Disebut Jelek

85

Palembang, BP–Kesal karena diejek dengan sebutan jelek oleh korban Melindawati Zidemi sekitar dua minggu sebelum kejadian, Nang (20) nekat menghabisi nyawa calon pendeta wanita tersebut.

Merasa tersinggung dengan pernyataan korban, Nang yang bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit bercerita kepada tersangka Hendrik (18), hingga akhirnya kedua pelaku berencana memperkosa korban.

Selama satu minggu sebelum kejadian, Nang yang telah memiliki perasaan suka dengan korban sejak delapan bulan lalu itu bersama Hendrik mulai memantau aktivitas Melinda di Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI.

Hingga akhirnya setelah mematangkan persiapan dan merasa mendapat kesempatan, dengan memakai penutup wajah agar tak dikenali, kedua pelaku memasang balok kayu untuk mengadang Melinda.

Pelaku menyeret korban Melinda dan Nita (9) ke dalam perkebunan sawit, lalu mencekik serta mengikat tangan kedua korban dengan karet bekas ban dalam sepeda motor.

Baca Juga:  Identitas Mayat Korban Pembunuhan Teridentifikasi

Kemudian, korban Nita yang dalam keadaan pingsan dibuang kedua pelaku di semak-semak areal perkebunan sawit. Sedangkan korban Melinda dicekik hingga tewas dan oleh pelaku jasad korban dibuang sejauh 100 meter dari lokasi pertama.

“Setelah itu dia kami sekap dulu. Setelah itu baru mengikat korban dan dicekik. Tapi tidak diperkosa, cuma dicabuli,” kata Nang saat dihadirkan dalam gelar tersangka di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3).

Nang menjelaskan, ejekan yang membuatnya dendam itu dilontarkan korban saat Melinda hendak keluar gereja menuju pasar dan saat itu ia sempat terlibat adu mulut dengan korban. “Dia bilang saya jelek,” tutur Nang yang dihadiahi timah panas oleh petugas.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah pihaknya melakukan olah TKP dan mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi.

Baca Juga:  Rekonstruksi Jenazah ASN Dicor, Tersangka Sempat ke Lokalisasi

Kasus pembunuhan ini terungkap dari upaya penyelidikan terhadap temuan ban karet serta pemeriksaan empat orang saksi secara intensif. Petugas juga mencocokkan DNA antara korban dengan saksi berdasarkan air liur dan darah korban.

“Untuk saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan atas perbuatannya pelaku terancam hukuman mati,” ujar Kapolda saat memimpin gelar hasil ungkap kasus.

Dirinya melanjutkan, dua dari empat saksi yang diamankan tersebut diduga kuat sebagai pelaku dari kejadian ini. Selain itu, polisi juga menemukan tas dan ponsel korban yang disimpan di dekat pohon sawit.

Namun, kepolisian memastikan jika korban tidak mengalami pemerkosaan. Ini terbukti dari tidak ditemukannya sperma baik itu di kain maupun tubuh korban.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Guru SD di Banyuasin Ditangkap

“Hanya di bagian vital korban terdapat sedikit kerusakan karena tindakan pencabulan yang dilakukan pelaku. Ini hasil dokter forensik RS Bhayangkara,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nang dan Hendrik dijadikan tersangka setelah sempat diamankan terkait penemuan jasad Melindawati Zidemi di perkebunan sawit PT PSM, Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, pada 26 Maret.

Menindaklanjuti laporan penemuan mayat tersebut jajaran Polda Sumsel dan Polres OKI bertindak cepat dengan mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi dan akhirnya menetapkan keduanya sebagai tersangka, pada 27 Maret.

Saat ditemukan, jasad calon pastor ini dalam kondisi tidak mengenakan celana dan bajunya terbuka dengan bekas jeratan di leher. #idz

Komentar Anda
Loading...