Nilai-Nilai Pancasila Mulai Luntur

47
BP/DUDY OSKANDAR
Sarasehan dan Dialog Kebangsaan “ Merajut Kebhinekaan di Hotel Swarnadwipa, Rabu (20/3).

Palembang, BP

 

Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD mengatakan, sudah saatnya kesadaran masyarakat terhadap Pancasila di hidupkan kembali , dirinya meminta agar Pemerintah lebih menghidupkan kembali nilai-nilai dari ideologi Pancasila.

Apalagi dia melihat nilai – nilai Pancasila sekarang ini sudah mulai luntur akibat era globalisasi.

“Masyarakat saat ini ada kekhawatiran terhadap nilai – nilai Pancasila yang sudah mulai luntur,” kata Mahfud usai menjadi pembicara dalam Sarasehan dan Dialog Kebangsaan “ ‘Merajut Kebhinekaan di Hotel Swarnadwipa, Rabu (20/3).

Pandangan dari masyarakat itu sama dengan pemerintah sehingga nilai – nilai Pancasila perlu dibangkitkan lagi.

Baca Juga:  Gubernur Nilai Harus Ada Aturan Baru

Pemerintah memang sudah menyadari nilai – nilai Pancasila sudah ditinggalkan, lanjut dia, sehingga Pancasila tersebut perlu dijadikan pelajaran bagi siswa lagi.

Memang itu sudah dibahas dan sekarang menjadi pertimbangan untuk dijadikan pelajar di sekolah.

“Bahkan berbagai lembaga untuk menghidupkan kembali Pancasila,” katanya.

Hal ini menurutnya karena Pancasila merupakan asas berbangsa dan bernegara terutama dalam membangun bangsa.

Ketika ditanya mengenai Pemilu, Mahfud minta agar pesta demokrasi itu menjadi pemersatu bangsa.

“Pemilu jangan sampai memecah belah kesatuan dan persatuan karena pilihan boleh bedah tetapi bangsa harus tetap satu,” katanya.

Baca Juga:  Rita Suryani Bersama Dekan Ikuti Kegiatan Workshop di  Chiang Mai University Thailand 

Oleh karena itu pihaknya minta gunakan Pemilu tersebut secara tertib untuk memilih calon pemimpin lima tahun mendatang.

 

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, Dalam konteks ke Indonesiaan semua warga Negara tidak dibatasi ruang lingkupnya, karena selama republik ini jadi satu, warga Negara tinggal dimana pun tidak ada batasan.

“Sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat, kita tidak bisa membatasi para pendatang, karena mereka bagian dari warga Indonesia juga, saya mohon masyarakat Jawa di Sumsel agar berkomitmen pada Bhineka tunggal Ika,” harapnya.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel Dan Walikota Palembang Harus Bangkitkan Nilai-Nilai Sejarah Dalam Pembangunan

Ditambahkan Sultan secara konstitusi setiap warga negara wajib menjaga ke Bhinekaan.

“Bhineka tunggal Ika karena telah dibangun dalam peradaban yang telah menjadi bagian dan tradisi, Bhineka tunggal Ika tidak sebagai bentuk negara, tapi sebagai simbol kebangsaan antar etnik, jangan sampai integritas Bangsa dapat dinilai dengan uang karena bangsa ini dibangun dengan integritas tinggi,” katanya.

Sedangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru menilai Sumsel adalah provinsi yang paling aman dan terbuka dan menerima semua suku dan golongan hidup  bersama di Sumsel.#osk

Komentar Anda
Loading...