Alex Boyong Komentator OKUT Buat Turnamen AN Cup

OKUT, BP
Pada laga Timnas All Star melawan All Star Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) di Stadion Tebat Sari, OKUT, Rabu (20/2), komentator pertandingan Lanjar Syarif menarik perhatian sang pembina Alex Noerdin Cup, yang tak lain mantan gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin.
Lanjar cukup piawai menjadi komentator di laga yang berakhir dengan kemenangan Timnas All Star 5-0 itu. Caranya menjadi komentator mengingatkan pada komentator kondang sepakbola Valentino ‘Jebret’ Simajuntak.
Usai pertandingan, Alex pun mengajak warga Tanjung Sari, Dusun II Eling-eling, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKUT untuk bergabung bersama rombongan ikut tour keliling Sumsel menjadi komentator pemain Timnas All Star melawan tim lokal di kabupaten/kota yang tersisa.
Tak hanya saat tour, Lanjar juga diundang langsung untuk hadir pada acara puncak di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, menghadirkan bintang sepakbola dunia Ronaldinho yang tampil bersama Timnas All Star melawan juara dari 17 kabupaten/kota di Sumsel.
Lanjar saat dibincangi tak bisa menutupi kegembiraannya. Dia sudah lama punya mimpi menjadi komentator di Stadion Kebanggaan Sumatera Selatan, yakni Jakabaring Sport City.
Ia sama sekali tidak menyangka, mimpi itu terwujud lebih dari yang ia bayangkan. Bukan menjadi komentator pertandingan tim lokal, tapi ada bintang sepakbola dunia Ronaldinho dan legenda Timnas.
“Tadinya saya pikir itu cuma mimpi yang tak mungkin terwujud, tapi tuhan menjawab mimpi dan doa saya. Ada turnamen Alex Noerdin Cup, dan pak Alex meminta saya menjadi komentatornya. Saya sangat senang sekali dan akan segera bergabung di Kabupaten OKU Selatan,” ujarnya.
Menjadi komentator, diceritakan Lanjar berawal tahun 1998. Ia hanya ingin membantu warga desa saat ada event sepakbola. Selanjutnya, ia pun dipercaya desa-desa lain menjadi komentator dan kini hingga event sepakbola setingkat kabupaten, salah satunya Bupati Cup. Di ajang ini, biasanya ia kerap mengeluarkan talenta lainnya, yakni menggulas pertandingan pada jeda babak pertama dengan tanya jawab. Lantaran keterbatasan orang dengan kemampuan mengulas pertandingan, ia akhirnya mengasah kemampuan lain menggunakan dua suara.
“Saya bisa dua suara berbeda. Biasanya saya bertanya dengan suara sebenarnya, dan menjawab dengan suara berbeda. Tapi karena jeda pertandingan kemarin di Alex Noerdin Cup ada acara pemasangan rompi pemain terbaik dan pembagian bola serta sambutan pak Alex, saya belum bisa melakukannya,” ungkapnya. #zal