Erick Thohir Cicip Masakan Khas Palembang

59
BP/ Ist
Pengusaha sukses nasional yang juga Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir saat mencicipi masakan khas Palembang, Sabtu (24/11) petang.

Palembang, BP

Pengusaha   sukses nasional yang juga Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengunjungi Kota Palembang, Sabtu (24/11) petang.

Pemilik Mahaka Group itu hadir dalam rangka menjadi pembicara diskusi sore dan ngopi di De Burry Cafe Museum, Palembang.

Kehadiran Erick Thohir di Kota Palembang merupakan kali pertama usai gelaran Asian Games 2018 yang dihelat Jakarta dan Palembang.

Sebelumnya beberapa kali, pria berdarah Lampung itu mengunjungi Palembang dalam tugasnya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC).

Erick Thohir hadir sekitar pukul 16.45  didampingi Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramandha, Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh  dan rombongannya langsung masuk ke lantai atas Museum SMB II.

Baca Juga:  450 Lebih Personel Satgas Pamtas RI - PNG Yonif 200/BN  Sampai di Pelabuhan Boom Baru

Di tempat itu, Erick langsung disambut hidangan khas Palembang yakni Botekan, Juada Basah dan lainnya.

“Banyak sekali ayo semua makan,” kata Erick kepada seluruh rombongannya yang langsung duduk bersila untuk makan. Sudirman Tegeoeh juga memberikan penjelasan mengenai makanan makanan khasn Palembang tersebut.

Ia pun nampak bingung memilih makanan yang pertama disantap. Namun pria yang lahir 30 Mei 1970 itu langsung memilih Kue Delapan Jam.

Kue Delapan Jam dikenal dengan rasanya yang legit dan membuat ketagihan bagi siapa saja yang mencicipi.

Kue ini dibuat dari bahan-bahan khusus, seperti telur bebek atau telur ayam, mentega, dan susu dan bahan-bahan lainnya.

Baca Juga:  Dua Raperda Inisiatif DPRD Sumsel Dapat Dukungan Penuh Pemprov

Konon katanya, dahulu kue ini hanya boleh dinikmati oleh kalangan bangsawan Palembang.

Tapi sekarang, kue khas dengan warna kecokelatan ini bisa dinikmati siapa saja.

Usai menyantap satu potong kue delapan jam dan minum secangkir teh.

Erick Tohir pun langsung menuju De Burry Cafe Museum yang terletak di belakang Kafe SMB II, Palembang.

Dalam diskusi yang dibalut dalam suasana santai itu, Erick bercerita tentang pengalaman memulai usaha dari awal hingga kini menjadi salah satu pemegang saham klub Inter Milan.

” Apa yang dianugrahkan Tuhan paling luar biasa adalah diri kita, kita dengan mimpi kita. Kerja keras akan membawa kita untuk mewujudkan mimpi itu,” katanya.

Baca Juga:  Gerindra Resmi  Serahkan Model B.1 KWK Ke Pasangan Mawardi-Hj RA Anita Noeringhati

Erick melanjutkan pemuda dan pemudi Indonesia tidak boleh membiasakan diri menjadi konsumen tapi harus menjadi produsen dengan produk yang unggul.

” Kita bisa melihat China, Jepang dan Korea. Mereka mampu menjadi Pop Culture Country. Semua produk mereka menjadi tren di negara lain termasuk Indonesia ini,” katanya

Ia mencontohkan tren Hijab di Indonesia yang merupakan satu bidang usaha yang menggiurkan.

Menurutnya, setiap wanita Muslim berhijab tidak mungkin hanya memiliki satu buah Hijab.

“Coba tanya ibu ibu itu, punya berapa Hijab, saya yakin lebih dari satu, coba kita ciptakan tren hijab yang digandrungi, maka akan jadi bisnis yang lumayan,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...