Ketua MPR: Masyarakat Harus Pilih Pemimpin Berjiwa Pancasila

15
Zulkifli Hasan

Jakarta, BP–Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, sebagai warga negara  masyarakat diharapkan tidak pesimis dan masa bodoh  menggunakan hak politik. Masyarakat  harus  memilih pemimpin yang benar-benar berjiwa   Pancasila. “Kalau kita tidak mau tahu urusan politik, tidak menggunakan hak pilih,  itu namanya warga tidak bertanggung jawab,” ujar Zulkifli saat memberi sambutan dalam acara Kongres I Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN), di  Jakarta, Selasa (11/9).

Menurut Zulkifli, bangsa ini didirikan oleh kaum muda terdidik yang mulai  bergerak dari tahun 1908, 1928, dan 1945. Sedangkan tahun 1945 pendiri bangsa sudah membicarakan  dasar-dasar negara. Mereka berasal dari berbagai golongan dan asal-usul.

Baca Juga:  Rakyat Harus Cerdas dan Realistis Memilih Presiden

Pada masa itu kata dia,  pendiri bangsa sudah berbicara demokrasi, kesetaraan, dan keadilan. Apa yang dipikirkan itu tercermin dalam nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Jadi kalau saat ini  kita mempermasalahkan perbedaan dan asal-usul berarti kita sudah mundur  ke masa lalu”, katanya.

Dikatakan,ketika Indonesia  tahun 1945 sudah membincangkan demokrasi,keadilan, dan kesetaraan, dua puluh tahun kemudian banyak negara yang membincangkan hal-hal  demikian. Sehingga Indonesia   sudah lebih dahulu memikirkan demokrasi dibanding dengan negara lain.

Baca Juga:  Wacana Hadirkan Kembali Utusan Golongan Dalam MPR RI Mulai Muncul

Zulkifli   menyesalkan bila  ada masyarakat yang bersikap irasional di tengahj . keragaman dan kemajemukan budaya bangsa. “Dalam kondisi yang demikian, kita berharap bila ada masalah harus dimusyawarahkan”, tegasnya.

Ditambahkan, negara ini lahir berdasarkan kesepakatan. Pancasila dan UUD harus jadi pegangan. Pancasila harus menjadi perilaku.. Perilaku yang sesuai Pancasila yang disinari cahaya illahi. Bukan perilaku yang menghujat..

Baca Juga:  Ketua RW dan RT Se-Kelurahan Gandus Terima Beras Sehat dari Cawako Palembang Yudha Pratomo Mahyuddin

Di antara kita lanjut dia, memiliki perbedaan suku dan agama. Namun kita satu saudara dalam kebangsaan, karena bangsa ini bukan milik satu golongan. “Dalam perbedaan inilah aparat negara harus  bersikap  adil dalam hukum. Kalau hukum tak adil pasti akan memunculkan aksi reaksi”, ungkapnya.

Untuk  itulah  Zulkifli Hasan mengajak PAKIN untuk ikut memberi sumbang saran demi kemajuan bangsa dan negara. #duk

Komentar Anda
Loading...