Dollar Melejit, Bagaimana Harga Pertalite di Sumsel?

36


Palembang, BP

Nilai tukar rupiah terus melemah, bahkan higga pukul 19.20, Rabu (5/9) mencapai Rp 15.029 per dolar AS. Kondisi ini cukup dikhawatirkan terhadap pergerakan harga bahan bakar kendaraan (BBK) non Subsidi.

Sebab, diantara beberapa faktor penting dalam menaikan harga BBK, adalah pergerakan harga dollar, karena komponen pembuat bahan bakar minyak hingga kini masih ada yang impor.

Dari pantauanĀ BeritaPagi, tahun ini sudah 8 kali terjadi kenaikan BBK, dari kenaikan tersebut, di Sumsel Pertalite naik Rp300. Tahun ini kenaikan dimulai pada 13 Januari 2018, saat itu harga mencapai Rp7.700 dan terakhir naik pada 17 Juli 2018 dan hingga saat ini harga pertalite Rp8.000.

Baca Juga:  Dukung Ekspor, Karantina Sumsel Berpartisipasi Aktif Pada Entrepreneur Goes to School

Dari sejumlah kenaikan BBK, kenaikan Dexlite manjadi kenaikan paling tinggi selama 2018 yang mencapai Rp1.750. Dengan tertahanya harga Pertalite, akankah harga BBK pengganti premium ini akan naik signifikan setelah nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan?.

Pjs. General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, Hendrix Eko didampingi Manager Retail Fuel Marketing II, Putut Andriatno mengatakan, hingga kini kenaikan belum ada.

Baca Juga:  200 Rekanan Hadiri Vendor Day

Menurutnya, kenaikan harga BBK di sejumlah daerah adalah kebijakan yang diatur dari pusat. Pihaknya, di daerah hanya melakukan penyaluran BBK sesuai dengan ketentuan dan kuota yang ada.

“Belum ada informasi akan ada kenaikan lagi, semua kebijakan pengaturan harga naik atau turun kebijakannya ada di pusat,” singkat dia, baru-baru ini.

Dari tabel harga BBK yang berlaku di sejumlah wilayah di Indonesia, harga Pertalite di Sumsel lebih tinggi dibanding Sumatera Utara yang mencapai 7.800. Tidak hanya Pertalite, namun juga bahan bakar lainnya seperti Pertamax, Dexlite maupun Pertamax Turbo. Oren

Komentar Anda
Loading...