Gagal di Asian Games, Timnas Bidik AFC Kirgizstan

Palembang, BP
Tak ingin terpuruk dengan kekalahan di laga kandang Asian Games, tampaknya tim nasional sepakbola wanita Indonesia kembali harus mengencangkan ikat pinggang. Pasalnya, gagal di Asian Games setelah bertemu dengan rivalnya Korea, menjadi pelajaran berharga untuk mempersiapkan single event yang tak kalah bergengsi yakni Asian Football Confederation (AFC) September 2018 mendatang di Kirgiztan.
Saat ini sendiri, tim nasional sepakbola wanita Asian Games dibubarkan untuk kemudian dipersiapkan di laga AFC mengingat waktu tinggal satu bulan lagi di single event tersebut untuk kemudain melakukan evaluasi dan strategi lanjutan.
Demikian diungkapkan oleh Papat Yunisal, Ketua Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia, saat, Kamis (23/8). Ia mengatakan, kemarin para penggawa timnas putri Indonesia, beserta jajaran pelatih dan offisial bertolak dari Palembang ke kampung halaman masing-masing. Artinya, untuk sementara timnas dibubarkan terlebih dulu.
“Tapi, kami sudah ada program untuk timnas putri senior ini ke depannya. Saya belum bisa sebutkan apa itu,” kata Papat.
Ia mengatakan, pasca belum beruntung di Asian Games, pihaknya akan mengevaluasi semua pemain, pelatih dan official, sebelum rencana ke depan. Karena ada beberapa hal yang harus dirembukkan agar timnas putri lebih baik.
“Jadi, belum tentu skuat ini akan dipertahankan ya, akan ada evaluasi tim. Setelah ini, mereka kami serahkan ke klub-klub ke Asprov masing-masing, dan juga dapat menyelesaikan sekolah, kuliah atau aktifitas yang sempat tertunda untuk membela Negara di Asian Games ini,” ucap dia.
Papat merasa beruntung, diawali dengan turnamen sepakbola putri Piala Pertiwi, lalu melakukan ujicoba timnas senior dengan tim Thailand. Kemudian mengikuti Piala AFF, terakhir masuk Asian Games, membuat sepakbola wanita Indonesia kembali bangkit dan hidup lagi.
“Mudah-mudahan sepakbola putri akan terus berkembang ke depan. Karena hasil di Asian Games saya nilai sudah cukup bagus, melawan Korea yang peringkat 15 FIFA sedangkan kami peringkat 77 FIFA, masih bisa membuat peluang. Tinggal lagi pengalaman, mental, persiapan perlu diasah lagi,” ujar dia.
Tak terhenti sampai di sini, Papat sudah akan konsentrasi ke timnas putri U-16 yang saat ini sedang digodok di Banjar Negara, pada tangal 27 Agustus akan dipindahkan ke Sawangan untuk persiapan event AFC Kirgizstan di September 2018. “Akan ada laga ujicoba juga untuk timnas U-16 dalam waktu dekat,” katanya.
Sementara itu, pelatih timnas putri Indonesia Satia Bagdja Ijatna mengungkapkan, beberapa evaluasi dimata pelatih, agar timnas putri ke depan lebih baik.
“Pertama sumber daya pemain yang harus diperbanyak. Kompetisi harus dihidupkan segera, dan latihan yang terstruktur juga hanya ada di pelatnas,”pungkasnya. #sug