Nono Sampono: Pancasila Kunci Membangun Bangsa

Jakarta, BP–Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menegaskan, Pancasila merupakan kunci untuk membangun bangsa. Tidak mungkin Indonesia bisa membangun tanpa ideologi Pancasila. Perbedaan dan keragaman suku, bahasa dan agama merupakan kekayaan yang mesti dipelihara.
“Jadi tidak mungkin ideologi lain seperti Khilafah dibiarkan di indonesia. Orang Ambon, Manado, Papua dan Batak tidak akan setuju yang pada gilirannya bisa menimbulkan kekacauan. Dengan demikian ideologi Pancasila mesti dipertahankan dan terbukti bisa mempersatukan rakyat dari keanekaragaman suku, bahasa dan agama,” ujar Nono di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (3/7) dalam acara Sosialisasi Empat Pilar bagi ratusan mahasiswa.
Menurut Nono, pembahasan soal identitas seseorang hendaknya dihentikan, karena sejak puluhan tahun lalu para pendiri bangsa ini sudah sepakat untuk tidak mempersoalkannya. “Kalau kita masih bicara identitas, berarti kita mundur lagi. Padahal itu sudah selesai,” jelasnya.
Dikatakan, saat ini Indonesia menghadapi ancaman liberalisme dan fundamentalisme sebagai salah satu ekses negatif dari reformasi. Sebab, fundamentalisme dapat menghasilkan radikalisme atau terorisme. Sedangkan liberalisme dapat memunculkan budaya kebarat-baratan. “Di era reformasi semua bergerak bebas, sepeti liberalisme ekonomi,” tambah Nono.
Dia berharap seluruh rakyat Indonesia selalu berpedoman pada nilai-nilai Pancasila untuk menangkal ancaman tersebut. Nono juga menyayangkan konten dalam media, terutama televisi, karena tidak mendapatkan porsi nilai budaya lagi. Padahal, media berpengaruh besar membentuk masyarakat.
“Pendidikan dan budaya minim mendapatkan porsi. Yang mendominasi tayangan sensasional yang bertentangan dengan budaya Indonesia,” tuurnya.
Nono menambahkan, budaya mempunyai nilai penting bagi sebuah bangsa serta merupakan pondasi dasar bagi keberadaan bangsa. Oleh karena itu, seluruh masyarakat tidak boleh melupakan budaya Indonesia. #duk