PKB Prihatin Dengan Film Indonesia
Jakarta, BPKetua Fraksi PKB DPR RI Ida Fauziyah mengaku prihatin terhadap perkembangan film Indonesia yang hingga sekarang belum mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Saya berharap dengan regulasi perfilman nanti diharapkan film Indonesia bisa bangkit dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri mengingat budaya dan kearifan lokal menjadi inspirasi bagi insan film,” ujar Ida Fauziyah di Sekretariat FPKB DPR RI, Jakarta, Rabu (27/4).
Keprihatinan serupa dikemukakan aktor Roy Marten yang menyatakan dunia perfilman sekarang tidak mendapat tempat di bioskop besar di Indonesia. Padahal, kalau diputar di kampung-kampung masih banyak yang menonton. “Pemerintah jangan hanya mengambil pajaknya, tapi harus membantu membangun infrastruktur untuk membangkitkan film Indonesia,” ujarnya.
Banyaknya film impor seperti India, China, Amerika Serikat dan Turki diputar di Indonesia, kata Roy, karena penulis, sutradara dan pemodalnya mereka sendiri sehingga Indonesia tidak bisa berbuat banyak untuk negeri sendiri. Sedangkan artis Indonesia hanya menjadi pemain. “Wajarlah kalau mereka membuat film dengan budaya Indonesia tapi tidak terasa Indonesia, karena mereka bukan warga Indonesia,” jelas Roy.
Bangsa Indonesia lanjut Roy masih ikut-ikutan India, Korea, Amerika dan asing lain. Tidak membuat film yang ditulis, disutradarai, dimodali, dan dibintangi warga Indonesia sendiri yang memahami kearifan lokal. “Inilah salah satu problemnya,” kata Roy.
Roy menambahkan di era 80-an film kita laris manis di tanah air, karena diangkat dari novel Indonesia dan ditulis orang Indonesia. Dan harus diakui saat ini kita kekurangan penulis yang baik da menarik.
Namun demikian sambung Roy, dia tidak takut dengan liberalisasi film. Artis, aktor, dan pemodal asing boleh berbondong-bondong ke Indonesia untuk investasi film, namun jangan sampai mereka melarang film kita masuk ke bioskop-bioskop, akibat monopoli perfilman. “Jangan sampai film kita kalah dengan uang, karena film kita memiliki pasar sendiri, dan terbukti di kampung-kampung masih diminati masarakat,” paparnya. #duk