Permudah Penumpang Naik LRT, BSB Cetak 25.000 Kartu E-Money

64
Direktur Utama BSB Muhammad Adil SE MM menunjukkan contoh Kartu E-Money sebagai alat bayar untuk naik LRT Palembang, di Pemprov Sumsel. BP/RIO ADIPRATAMA

Palembang, BP–Supaya lebih aman dan mempermudah masyarakat Sumatera Selatan yang nantinya hendak menggunakan transportasi kereta api ringan atau dikenal Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang, Bank Sumsel Babel (BSB) memiliki solusinya yang membuat masyarakat tak lagi repot dengan harus mengeluarkan uang tunai.
 
Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, dibawah kepemimpinan Muhammad Adil SE MM sebagai Direktur Utama BSB, akhirnya BSB yang merupakan salah satu Bank Daerah paling berkembang  di Indonesia memutuskan mencetak Kartu E-Money sebanyak 25.000 khusus penumpang sepur dipucuk yang biasa disebut Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
 
Kartu E-Money yang dikeluarkan bank yang berkantor pusat, di Jalan Gubernur H Ahmad Bastari, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Jakabaring, Palembang ini dinilai BSB jauh lebih aman daripada dengan menggunakan uang tunai. Mengingat di 2018 mendatang, kota pempek ini menjadi tuan rumah Asian Games, selain Jakarta.
 
“BSB telah mengeluarkan Kartu E-Money untuk penumpang LRT. Alatnya sendiri sudah siap dan kartunya tinggal ditempel, sehingga tidak repot,” kata Direktur Utama BSB Adil saat ditemui BeritaPagi, di Kantor Gubernur Sumsel belum lama ini.
 
Penggunaan uang elektronik untuk transaksi, dikatakan Adil, tentu memudahkan dalam melakukan transaksi. Selain itu, sebaiknya masyarakat juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga adanya alat pembayaran tersebut membuat masyarakat Sumsel lebih praktis dan aman.
 
Menurut Adil, saat ini pihaknya sudah menerima persetujuan dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lain sebagainya. Sejauh ini juga diinformasikan jika BSB sudah mencetak sekitar 25 ribu Kartu E-Money khusus untuk pembayaran tiket LRT.
 
“Barangnya (Kartu E-Money-red) sudah selesai dicetak dan tinggal menunggu jadwal koordinasi dengan OJK, BI dan Pak Gubernur Alex,” ujar Adil.
 
Bagi masyarakat, sambung Adil, khususnya masyarakat Sumsel yang ingin memiliki kartu tersebut ini bisa membeli langsung di BSB. Tak hanya itu, diinformasikan juga BSB akan bekerjasama dengan beberapa tempat untuk menjual kartu yang hampir sama dengan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tersebut.
 
Untuk syarat, lanjut Adil, itu tidak perlu harus menjadi nasabah BSB, namun kalau sudah menjadi nasabah itu jauh lebih baik. Sebab ketika mempunyai kartu ini, masyarakat bisa isi ulang dengan lebih mudah. Untuk saldo maksimum kartu itu sendiri mencapai Rp1 juta, minimum Rp25.000 atau Rp10.000.
 
“Kalau harga tiket LRT-nya saya belum tahu. Pastinya pakai kartu ini banyak hematnya daripada beli tiket, untuk menghindari calo ini bisa juga. Ini tidak harus satu orang satu kartu, misalnya beli tiket 4 bisa dan lain sebagainya asalkan saldonya cukup,” jelas Adil.
 
Adil juga menambahkan, Kartu E-Money tidak hanya bisa digunakan untuk pembayaran tiket LRT saja nantinya, tetapi juga bisa digunakan untuk membayar Trans Musi, parkir dan BSB juga sudah menyiapkan untuk dapat digunakan untuk nonton pertandingan sepak bola di Jakabaring.
 
“Jadi masuk Jakabaring tidak perlu pakai tiket, pakai E-Money saja. Begitu pula untuk pembayaran jalan tol nantinya begitu, sehingga lebih praktis,” tambah Adil.
 
Selain penumpang dipermudah dengan adanya Kartu E-Money, penumpang yang nantinya ingin naik LRT di kota yang terkenal dengan icon Jembatan Ampera rencananya juga setiap Stasiun LRT bakal disediakan Vending Machine (mesin yang digunakan untuk melakukan pembayaran secara otomatis tanpa ada operator).
 
Kepala Bidang Perkeretapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel Afrian Jhon mengatakan, Pemprov Sumsel berencana akan menggunakan Vending Machine tersebut di 13 Stasiun LRT.
 
“Tapi, apakah 13 stasiun LRT akan menggunakan Vending Machine semua atau di stasiun utama saja, kita masih mengajinya. Sebab untuk mesin ini di 13 stasiun diperkirakan akan menelan dana Rp6 miliar,” ungkapnya.
 
Selain rencana Vending Machine ini, masih dikatakan dia, pihaknya menginformasikan mengenai Kartu E-Money khusus untuk penumpang LRT yang banyak manfaatnya. Selain transaksi menjadi fleksibel dan efisien, kartu yang dikeluarkan oleh BSB itu juga dapat menghindari manipulasi mengenai ongkos dari oknum tak bertanggung jawab.
 
“Dengan adanya alat pembayaran yang dikeluarkan BSB membuat masyarakat di Sumsel tak lagi repot dengan harus mengeluarkan uang tunai. Selain dengan BSB, rencananya juga akan dilakukan dengan bank-bank lain,” jelas dia.
 
Menggenai rencana tarif tiket LRT, lanjut Afrian, pihaknya ingin memberlakukan harga ekonomis dengan kisaran Rp5.000-Rp10.000 per penumpang LRT. Harga tersebut tentunya yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat tersebut.
 
“Kalau soal harga tiket LRT belum ada perubahan masih rencana kisaran Rp5.000 sampai Rp10.000. Tetapi harga ini belum final, jadi masih dilakukan kajian,” pungkasnya. #rio
Baca Juga:  Partai Nasdem Sumsel Akan Daftarkan Bacaleg ke KPU Sumsel
Komentar Anda
Loading...