Lampu Stolp, Barang Mewah Pada Waktu Itu

201
Lampu Stolp

Palembang, BP — Dahulu sebelum listrik masuk ke kota Palembang sekitar awal tahun 1920-an, masyarakat wong kito dalam kegiatan diwaktu malamnya setidaknya telah mengenal berbagai media penerangan sebagai pelita. Sebut saja misalnya: lilin, obor, kandil, lampu gantung, stolp, dan sebagainya.

Salah satu pelita yang kerap menghiasi setiap tempat tinggal warga pada waktu itu diantaranya ialah Lampu Stolp.

Baca Juga:  Mahasiswa Modnus Unsri Napak Tilas Peradaban Sungai Musi

Pengamat sejarah kota Palembang Kms. H.Andi Syarifuddin mengatakan, didalam rumah adat Limas Palembang, masjid, ataupun di rumah-rumah para bangsawan kala itu , stolp merupakan lampu penerang menggantung disetiap bagian ruangan, bilik, dan termasuk pula pelengkap pangkeng pengantin.

“Stolp termasuk salah satu barang mewah yang di impor dari eropa waktu itu,” kata Andi, Senin (25/9).

Baca Juga:  Ulama Palembang Menolak Berpolitik Itu Bernama Ki Kgs H Mattjik Rosyad

Lampu Stolp menurutnya, di buat dari kaca atau gelas, diisi dengan minyak kacang warna warni diberi sumbu. Kemudian stolp di sulet (dinyalakan) dan pada waktu malam sebagai penerangan dan penghias yang berwarna warni.

“Sekarang lampu stolp sudah menjadi barang antik dan sangat langka, karena sudah tidak diproduksi lagi,” kata Andi. #osk

Baca Juga:  SMB IV Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Tradisi Lama yang Sudah Lama Hilang

 

 

Komentar Anda
Loading...