Pelaku Pungli Penerimaan Pegawai Dinkes Bukan Tunggal

26
Tim Inspektorat Muba amankan dokumen pungli.

Sekayu, BP–Sejak dibukanya saluran khusus pengaduan pungutan liar (pungli) menyusul terbongkarnya seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di Bayung Lencir, bermunculan korban dengan pelaku berbeda. Seorang warga Sungai Batang, mengaku pening lantaran telah dimintai duit Rp30 juta oleh seorang ASN berinisial S yang berjanji akan mendapatkan SK pegawai tidak tetap (PTT) Dinkes.

“Janji awalnya akan keluar SK bulan Maret namun tidak terbukti. Sialnya si S, ASN di Dikbud Sekayu ini pindah tugas ke Keluang. Dia lalu menjanjikan SK akan keluar bulan September. Nah ini sudah mau habis bulan tak ada kabar. Ditelpon susah. Saya akan datangi rumahnya jika masih susah dihubungi. Saya tau persis rumahnya di sebuah komplek perumahan di Sekayu,” kata F yang mengaku sebagai korban penipuan oleh S, kemarin.

Baca Juga:  Kendaraan Dinas Muba Dipasang Logo Pemkab, Terungkap Alasannya

F bahkan sempat bersikeras jika tidak segera ada kabar dirinya akan langsung menghubungi orang di Dinkes yang dikenalnya. “Saya berulangkali bertanya kepada S siapa orang Dinkes yang mengurus penjaringan PTT. Namun S mengelak sembari bilang agar saya bersabar dan biarlah dirinya saja yang berurusan langsung dengan pejabat di Dinkes,” demikian dituturkan F melalui telepon.

Lain lagi pengakuan seorang petugas kesehatan di kecamatan yang tak jauh dari Sekayu. P, nama orang ini, ditelepon koleganya sesama pegawai kesehatan lain kecamatan sekitar bulan Februari 2017. Pesan orang di seberang telepon kepada P yaitu silakan cari klien calon PTT. “Dari saya tiga puluh saja, kamu kalau mau nitip sepuluh ya terserah yang penting setor ke aku tiga puluh juta ya,” beber P mengulang pesan ajakan koleganya.

Baca Juga:  Hasil Pungli PTT Dinkes Muba Jadi Bancakan Banyak Pejabat?

P menolak secara halus ajakan rekan kerjanya. “Saya sungkan. Nggak mau. Tapi bukan saya saja yang diajakin nyari calon PTT. Alhmdulillah tidak tergiur. Coba sekarang kasusnya heboh. Masya Allah, saya tidak kebayang,” jelasnya.

Lantas bagaimana proses pengungkapan pungli ini berjalan? “Insya Allah dalam minggu ini (Senin ke depan – red ) kami melaporkan secara resmi hasil pengusutan ke Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin. Semoga kasus perkaranya terang,” jelas Irban IV Heri Hermansyah, Minggu, (17/9).

Dirinya menjelaskan bentuk laporan akan berupa rekomendasi. “Ya laporan berbentuk rekomendasi administrasi dan pidana,” kata Heri.

Jika mencermati hasil pengusutan kasus pungli PTT Dinkes ini, tambah dia, tidak menutup kemungkinan bakal susah keluar SK. “Makanya sebaiknya warga yang merasa tertipu, ditipu dengan janji akan mendapatkan SK sebaiknya berhenti berharap dan silakan lapor ke nomor hotline yang kami sediakan, 081288888193. Semua info akan kami jaga kerahasiaannya dan ditindaklanjuti,” tutupnya.

Baca Juga:  Bila Diberi Amanah, Dodi Akan Selesaikan Infrastruktur Lahat

Seperti diketahui, telah berulang kali Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin menyatakan sikap tegasnya untuk kasus pungli PTT ini. Dodi akan mengusut tuntas pelaku pungli dan tidak bakal mengeluarkan SK PTT jika benar –dalam proses pemberkasannya diliputi pungli. Selain itu Dodi juga akan meninjau kembali SK yang sudah keluar sebelumnya di tahun 2017 ini. “Saya akan lihat sejak kapan praktik pungli ini terjadi. Begitu saya terima laporan resmi akan saya pelajari secepatnya. Saya akan sikat semua yang terlibat,” tegas Dodi berulang kali.#arf

Komentar Anda
Loading...