Walikota Palembang Prihatin Dengan Nasib Warga Rohingya

Walikota Palembang, H Harnojoyo mengapresiasi perwakilan ummat Islam Palembang yang mengatasnamakan Gerakan Sumatera Selatan Peduli Rohingya (GSSPR) di rumah dinas Walikota Palembang di Jalan Tasik di Kawasan Kambang Iwak Palembang, Rabu (6/9).
Palembang, BP
Walikota Palembang, H Harnojoyo mengapresiasi perwakilan ummat Islam Palembang yang mengatasnamakan Gerakan Sumatera Selatan Peduli Rohingya (GSSPR) di rumah dinas Walikota Palembang di Jalan Tasik di Kawasan Kambang Iwak Palembang, Rabu (6/9).
Pihak GSSPR diwakili Kepala Cabang Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel Ardiansyah beserta timnya, Ketua Umum Front Pembela Isla (FPI) Sumsel Habib Mahdi, Ketua Umum Forum Ummat Islam (FUI) Sumsel ustadz Umar Said dan Koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumsel Kms. M. Ronald Rizki. Pertemuan dengan Walikota ini menindaklanjuti rapat ormas-ormas Islam yang digelar pada Senin (4/9) di Kantor ACT Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, depan SMAN 3 Palembang.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai isu terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State (Rohingya), Myanmar.
“Sebagai bentuk kepedulian ummat Islam Sumsel terhadap Rohingya kita melaksanakan malam amal dan tabligh akbar untuk Rohingya,” ujar Habib Mahdi.
Menurutnya, ummat Islam Sumsel ingin memberikan kontribusi konkrit terhadap Rohingya dengan mengadakan penggalangan dana. Tujuannya adalah untuk membantu para pengungsi yang sekarang membanjiri Bangladesh dan yang masih terjebak di Rakhine State.
Umar Said menambahkan, bahwa selain penggalangan dana di acara tersebut, GSSPR yang dikoordinatori oleh ACT ini selain menggalang dana juga akan menggalang beras untuk Rohingya. Menurut hematnya, jumlah penduduk Palembang saat ini lebih dari satu juta, jika satu orang menyumnang satu kilogram, dan 500 ribu saja yang berpartisipasi maka akan terkumpul 500 ton beras.
“ACT sudah pengalaman mendistribusikan beras, mereka sudah mengirim 2000 ton beras untuk Somalia, itu berarti mereka siap mengirim ke Rohingya,” ujar salah satu tokoh Sumsel ini.
Sedangkan Ardiansyah selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan, kalau hingga hari ini, ACT sudah tiga belas kali mengirimkan tim dan bantuan untuk Rohingya sejak 2012. Tidak semuanya bisa masuk karena terkendala oleh prosedur negara Myanmar.
“Hingga hari ini tim kita sudah bersiap di perbatasan Bangladesh, menunggu gelombang pengungsian yang semakin besar, total pengungsi yang sudah ada di Bangladesh lebih kurang sepuluh ribuan,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, dapat mendonasikan dananya melalui Bank BNI Syariah nomor rekening 66 0000 5505 atau Bank Mandiri nomor rekening 127 000 781 6612.
Menanggapi itu semua, Walikota Palembang Harnojoyo mengaku prihatin dengan nasib warga etnis Rohingya yang menjadi korban kemanusiaan dan tidak di akui oleh Myanmar sebagai warga negara.
Harnojoyo juga sangat mengapresiasi dan menyatakan kesediaannya untuk hadir pada acara malam amal dan tabligh akbar peduli Rohingya yang akan digelar pada Sabtu (9/9) bertempat di benteng Kuto Besak, Palembang.
Walikota juga direncakan akan memberikan sambutan dihadapan masyarakat Palembang. Selain ummat Islam, acara ini juga akan dihadiri oleh tokoh lintas agama yang berhimpun dalam Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), termasuk juga dari ummat Budha Palembang.#osk