Proyek Pipa Gas Grissik-Pusri Dimulai

51
BP/Syairul
PT Pertamina Gas (Pertagas) groundbreaking proyek Pipa Gas Grissik-Pusri yang dilaksanakan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Selasa (29/8).

Palembang, BP–PT Pertamina Gas (Pertagas) meresmikan dimulainya pembangunan Pipa Gas Grissik-Pusri melalui acara groundbreaking yang dilaksanakan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Selasa (29/8).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex, Bupati Banyuasin, dan Walikota Palembang Harnojoyo. Ruas pipa yang akan dibangun ini nantinya akan mengalirkan gas untuk kebutuhan energi dan bahan baku PT Pusri.

Baca Juga:  Launching Art Store 4 SORE Ditandai Lelang Sepatu dan Tas

Pipa Gas Grissik- Pusri akan dibangun sepanjang 176km dan berdiameter 20 inchi dimulai dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) hingga ke Plant Pusri di Palembang. Sumber gas untuk ruas ini adalah dari Lapangan Grissik COPI. Pipa Grissik- Pusri nantinya akan mengalirkan gas ke Pusri sebesar 30 MMSCFD di tahun 2018 sebagai early gas dan kemudian bertambah menjadi 70 MMSCFD di tahun 2019.

“Pembangunan pipa gas ini menjadi penting karena akan berpengaruh besar kepada produksi Pusri yang tentunya akan berdampak pada ketahanan pangan Indonesia. Gas COPI sebesar 70 MMSCFD akan menggantikan beberapa kontrak gas yang akan habis di tahun 2018. Volume Gas sebesar 70 mmscfd akan dapat menghasilkan urea sebesar 3.000 ton per hari. Pabrik urea dengan teknologi terbaru ” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar yang ditemui di acara groundbreaking.

Baca Juga:  Taksi Konvensional Mogok di Sekitar Bandara SMB II

“Pusri mulai tahun ini dan ke depan memfokuskan untuk melakukan perbaikan pabrik untuk efisiensi pemakaian gas, mengingat harga gas yang masih relatif tinggi dan kurang kondusif untuk pabrikan pupuk. Sehingga ke depan Pusri merencanakan penggunaan Batubara sebagai alternatif pengganti bahan baku gas alam. Kebutuhan Pusri akan gas alam selain sebagai sumber energi, juga diperlukan sebagai bahan baku utama produksi pupuk. Pihaknya membutuhkan gas sekitar 215 MMSCFD untuk digunakan dalam mengoperasikan Pusri IB, Pusri IIB, Pusri III, dan Pusri IV,” ungkap Direktur Utama Pusri Mulyono Prawiro.#ren

Komentar Anda
Loading...