Coaching Clinic Riset, Unsri Fasilitasi Publikasi Internasional

18
Caoching Clinic publikasi Internasional yang digelar Unsri di Meeting Room Hotel Horison Ultima Palembang, Rabu (23/8).
Coaching Clinic Riset, Unsri Fasilitasi Publikasi Internasional
Palembang, BP–Berkembangnya dunia perkuliahan saat ini membuat seorang dosen harus menyempurnakan Tri Dharma Perguruan Tinggi jika tak mau menjadi tenaga pengajar yang jalan ditempat.
Pasalnya, esensi dosen tak hanya sekedar mengajar akan tetapi miliki kewajiban pengabdian kepada masyarakat dan juga penelitian.
Bicara mengenai penelitian memang tak mudah bagi dosen, apalagi penulisan paper hingga terpublikasi Internasional. Hal itulah yang menjadi fokus Universitas Sriwijaya dalam peningkatan SDM dosennya.
Benar saja, setelah kemarin menggelar konferensi internasional ICECOS 2017, kini Unsri kemudian melakukan coaching clinic bagi para dosen untuk membedah bagaimana menulis paper riset hingga publikasi Internasional. Apalagi di fokus ini, Unsri telah mendirikan lembaga Publication, Managemen‎, and Services (PMS). Lembaga inilah yang nantinya akan membantu pengelolan dan publikasi paper hasil penelitian para dosen.
“Jadi disini, para dosen kita ajarkan cara menulis bagi yang mau membuat riset.‎ Lalu bagi yang sudah memiliki paper, kita ajarkan cara publikasinya,” ujar Ketua PMS Unsri, Siti Nurmaini melalui Sekretaris PMS Unsri, Firdaus, Rabu (23/8).
Sistem yang digunakan lembaga PMS untuk melaksanakan Program ini‎ ialah dengan cara melakukan seminar-seminar. Tiap tahunnya, lebih dari 16 kali diadakan seminar untuk membantu dosen dalam pembuatan riset.
“Perseminar itu ada tingkatannya. Bahkan, kalau dari dasar ada yang dibantu langsung individunya. Diawasi, dalam penulisannya,” jelasnya.‎‎
Dibentuk sejak tahun 2016 yang lalu. PMS cukup berhasil meningkatkan publikasi paper para dosen Unsri. Pada tahun 2016, setidaknya sudah ada 101 paper yang dipublikasikan. Bahkan, untuk tahun 2017, sampai bulan Juli sudah ada 106 paper yang publikasi.
“Artinya, grafik publikasi ini sangat meningkat ya,” terangnya.
Firdaus pun menambahkan, dengan adanya lembaga PMS ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah paper dosen Unsri yang dipublikasikan.‎
“Tenaga pengajar kita dari dalam maupun luar negeri, dan kami berharap akan berjalan sukses. Karena kami lihat juga respon dosen untuk kegiatan ini sangat bagus. Peserta selalu membludak, tapi kami batasi, hanya 40 orang yang boleh ikut dalam seminar ini. Tidak hanya dosen Unsri, semuanya boleh ikut,”pungkasnya.
Pada coaching clinic ini Firdaus menyebut tak hanya diikuti SDM Unsri saja tapi juga dari berbagai dosen di PTN/PTS lain. #sug
Baca Juga:  Kepengurusan IBGK Sumsel 2024-2026  di Lantik
Komentar Anda
Loading...