Sopir Taksi Online: Kalau Ada Sweeping Lagi, Kami Tidak Akan Diam

Palembang, BP — Ribuan sopir taksi dan ojek online (daring) memadati SPBU PDPDE, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Selasa (22/8) sore. Aksi tersebut merupakan konsolidasi unjuk rasa yang akan dilakukan di Gedung DPRD Sumsel dan Mapolda Sumsel, Rabu (23/8).
Koordinator Aksi, Yudi berujar, Paguyuban Sopir Taksi Online Palembang yang terdiri dari 20 komunitas pengemudi taksi dan ojek daring di Palembang akan melakukan akai tandingan akan unjuk rasa sopir angkot umum, Senin (22/8) yang berujung pada tindakan perusakan dan penganiayaan terhadap salah satu sopir taksi daring.
“Besok kami akan menggelar aksi damai. Ada tiga tuntutan yang akan kami sampaikan kepada pemerintah dan penegak hukum, khususnya Kapolda Sumsel,” ujar Yudi.
Yang pertama, pihaknya menuntut aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tragedu tewasnya Edwar Limba (35) sopir taksi daring yang ditemukan tewas di Sembawa. Edwar menjadi korban penganiayaan dengan sejumlah luka berat yang menyebabkan korban tewas.
Yang kedua, pihaknya pun meminta Kapolda mengusut perusakan dan pengeroyokan oleh sopir angkot saat sweeping terhadap salah satu sopir taksi online di depan Gedung DPRD Sumsel dan di Talang Kerangga.
“Kami tidak mau ada lagi sweeping lagi. Kalau ada sweeping lagi (dari sopir angkot-red), kami tidak akan diam,” tegasnya diikuti sahut teriakan dari ratusan sejawatnya yang berkumpul.
Selain itu, pihaknya pun meminta jaminan dari Polda Sumsel akan keselamatan mereka saat mencari nafkah. “Perlu diketahui, taksi online sudah legal dan apa yang kami lakukan ini halal. Kami minta jaminan sebagai warga negara dari polisi untuk keamanan kami saat bekerja,” ujarnya.
Terkait kematian Edwar, Paguyuban Sopir Taksi Online pun akan menggalang aksi solidaritas membantu keluarga Edwar yang ditinggalkan korban. Istri dan dua anak Edwar kehilangan pencari nafkah selepas Edwar meregang nyawa dalam keadaan menggenaskan.
“Besok kami akan mengantar almarhum dulu dimakamkan, lalu ke Gedung DPRD dan Mapolda Sumsel untuk aksi damai,” jelaa Yudi.
Pihaknya pun mendapatkan bantuan hukum dari Asosiasi Driver Online untuk melanjutkan proses hukum terhadap sopir taksi online yang menjadi korban sweeping. #idz