Mayoritas Warga Jabar Nyatakan Pancasila Dasar Negara Paling Tepat

21

Jakarta, BP

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, mayoritas publik Jawa Barat (79,6 persen) menyatakan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang paling tepat.Yang menyatakan Islam sebagai dasar negara yang paling tepat hanya sebesar 7,1 persen. Dan yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebesar 13,3 persen.

“Ketika publik ditanya manakah pilihan dasar Negara Republik Indonesia, Islam atau Pancasila, mayoritas (81 persen) responden memilih Pancasila. Sementara yang memilih Islam 7,4 persen  yang menyatakan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 11,6 persen,” kata Qodari  di Jakarta, Selasa (6/6).

Meurut Qodari,  isu pembubaran Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah, ternyata  50.1 persen warga Jawa Barat mengetahui atau pernah mendengar soal rencana tersebut. Yang tidak tahu 30.1 persen dan  tidak tahu atau tidak menjawab  19.8 persen.

Ketika  ditanya, apakah setuju atau tidak setuju dengan rencana pembubaran

Baca Juga:  Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang Resmi Luncurkan Pusat Kajian Integrasi

HTI  tersebut, sebesar 40.4 persen mengatakan setuju, yang tidak setuju 17.1 persen dan yang mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab  42.5 persen.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq mengatakan, masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat sangat agamis. Boleh dibilang,  orang Sunda itu sudah pasti Islam. Ini sebagai bentuk keidentikan Sunda dengan Islam, sehingga jika agama Islam dihina pasti  marah.

Karena itu, lanjut dia, tidak mengherankan tetapi juga cukup mengkhawatirkan dengan hasil survei Indo Barometer ini.

Sebab cukup banyak  yang menyetujui (34,1 persen) pernyataan Negara-negara Islam harus membentuk satu kesatuan pemerintahan (kekhalifahan).

Meskipun yang tidak setuju  lebih banyak, yaitu 37.5 persen. Selisihnya cukup tipis.

Maman berharap politik identitas tidak terjadi di Jawa Barat sebagaimana  terjadi di DKI Jakarta. Jangan sampai di Jawa Barat terjadi ada warga yang tidak memilih salah satu calon gubernur karena calon tersebut memiliki afiliasi dengan Ahok.

Baca Juga:  12 Daftar Penumpang Lion Air JT-610 yang Bekerja di DJP Sumsel Babel

Temuan survei Indo Barometer yang lainnya,  mayoritas warga Jawa Barat tidak setuju dengan pernyataan Apa yang dilakukan ISIS memiliki tujuan mulia untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam.

“Yang menyatakan tidak setuju atas pernyataan di atas sebanyak 57,7 persen. Yang seetuju (7,2 persen),” katanya.

Demikian juga dengan penyataan bahwa Aksi Bela Islam seperti 411 dan 212 beberapa waktu lalu betul-betul merupakan gerakan untuk memperjuangkan Islam,  ternyata tidak semua warga Jabar mendukung. Buktinya, yang menyatakan setuju 37,5 persen dan  tidak setuju 26.6%.

Organisasi Agama

Indo Barometer juga merilis tingkat pengenalan dan kesukaan organisasi agama. Dalam survei ini, lima organisasi dengan tingkat pengenalan tertinggi, yaitu Nadhlatul Ulama (NU) 94.6 persen, Muhammadiyah 93.5 persen, Front Pembela Islam (FPI) 89.2 persen, Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI 61.3 persen, dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 54.5 persen.

Baca Juga:  Banyuasin Siapkan Bumi Perkemahan 1,3 Hektar

Sementara tingkat pengenalan terhadap organisasi seperti GP Ansor sebesar 53 persen, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 52.6 persen, dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 47.1 persen.

Sedangkan lima organisasi agama dengan tingkat kesukaan  tertinggi adalah NU 87.9 persen, Muhammadiyah 75.6 persen, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 73.2 persen, GP Ansor 70.5 persen, dan ICMI 65 persen. Sementara kesukaan terhadap FPI 47.3 persen dan HTI 31.6 persen. GNPF MUI 60.6 persen.

Dikatakan, survei  ini dilaksanakan di 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, pada 17-23 Mei 2017. Dengan jumlah responden 800 orang yang berumur 17 tahun atau sudah menikah. Margin of error ± 3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. #duk

 

Komentar Anda
Loading...