Golkar Galang Koalisi Besar Untuk Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta, BP
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, Golkar konsisten mendukung pencalonan Presiden Joko Widodo, pada Pilpres dan Pileg Serentak 2019 dengan menggalang koalisi besar menyukseskan Pilpres. Upaya Golkar itu bukan berarti memperlemah posisi partai politik di DPR RI. Sebab, partai koalisi besar tidak akan kehilangan daya kritis.
“Kami yakin tidak ada kekhawatiran presiden mendatang terlalu kuat, dan parlemen tidak akan kehilangan daya kritis. Karena daya kritis partai di DPR bisa berupa sumbangan pemikiran. Sama dengan mengkritisi jalannya pemerintahan melalui menteri-menteri yang ditempatkan,” ujar Idrus Marham di sela-sela Musyarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar, Kalimantan Selatan di DPP Golkar, Jakarta, Selasa (31/1).
Hanya saja kata Idrus, mengingat koalisi sudah ada sebelum pemilu dilaksanakan, maka komunikasi antara partai pendukung dan presiden sudah terjadi di awal. Merumuskan program pemerintah. duk
Idrus membantah akan muncul calon tunggal pada Pilpres 2019 mengingat mayoritas partai pendukung pemerintahan Jokowi. “Kemungkinan hanya ada dua Capres selain Presiden Jokowi yang didukung Golkar, PDIP, Hanura, Nasdem, PKB dan PPP. Partai lain akan mengajukan capres,” tegasnya.
Sementara itu pada Musdalub kali ini, Gubenur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor ditunjuk secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar. “Di bawah kepemimpinan Sabhirin nanti, perolehan suara Golkar di Kalimantan Selatan lebih baik pada pemilu 2019. Juga jumlah anggota DPRD Provinsi akan meningkat lebih dari 13 kursi saat ini. Demikian juga dengan jumlah anggota DPR RI lebih dari 3 kursi,” paparnya optimis. #duk