BPJS Kesehatan Luncurkan ‘Mobile Skrining’

18
Deteksi Dini Penyakit Kronis
Palembang, BP
BPJS Kesehatan telah mengembangkan Fitur Mobile Skrining sebagai upaya perluasan akses bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapatkan skrining riwayat kesehatannya. Dengan memanfaatkan aplikasi ini sebagai upaya deteksi dini faktor resiko penyakit kronis.
Kepala Cabang BPJS Palembang Diah Sofiawati mengungkapkan, skrining atau penyaringan kasus merupakan cara untuk mengidentifikasi penyakit yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan, prosedur lain yang dapat dengan cepat memisahkan antara orang yang mungkin menderita penyakit dengan orang yang mungkin tidak menderita.
Skrining riwayat kesehatan merupakan salah satu upaya promotif preventif era JKN sebagai upaya deteksi dini faktor resiko penyakit kronis (diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner-red),” kata Diah, Rabu (1/2).
Masih dikatakan dia, dengan pemanfaatan fasilitas Teknologi Informasi (TI) yang tersedia di aplikasi mobile, peserta dapat mengakses pelayanan tersebut dari smartphone pribadi. Dengan begitu, peserta mampu melakukan deteksi dini penyakit apa yang sedang dialami, sehingga bisa melakukan pencegahan.
“Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile ini harus diunduh di Google Play Store. Setelah itu melakuman registrasi dan mengklik tombol log baru bisa memilih menu skrining riwayat kesehatan. Di dalam fitur itu tersedia 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari,” jelas Diah.
Ia juga menambahkan, nantinya jika peserta sudah menjawab seluruh pertanyaan yang terdapat dalam fitur layanan, secara otomatis langsung memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan. Jika memiliki resiko rendah, maka peserta akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik minimal 30 menit setiap hari.
Namun, lanjut dia, apabila dari hasil skrining peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka peserta akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining skunder dan diarahkan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Dijelaskannya juga, jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang  atau tinggi penyakit lainnya seperti hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner, maka akan disarankan konsultasi ke FKTP dan melakukan tindakan lanjut.
“Dlaam satu FKTP ditemukan banyak peserta dengan resiko mengidap diabetes melitus yang tergolong kategori sedang dan tinggi, maka FKTP bersangkutan bisa melaksanakan edukasi kesehatan dengan membentuk klub resiko tinggi,” tuturnya.
Meski layanan skrining kesehatan ini sudah mampu memberikan deteksi dini, sambungnya, tetap saja peserta tetap dianjurkan untuk selalu mengontrol kesehatan dengan rutin. Hal ini dilakukan guna meminimalisir kemungkinan resiko yang lebih besar.
“Setidaknya, dengan adanya fitur ini di samrtphone, peserta tidak perlu lagi melakukan skrining manual yang biasa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan maupun mitranya,” pungkasnya. #rio
Baca Juga:  Beralih ke Bawang Giling Thailand
Komentar Anda
Loading...