Alex Minta Pemko Benahi Palembang

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memasangkan tanda kepangkatan jabatan kepada Wakil Walikota Palembang pada prosesi pelantikan di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (31/8)
Palembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin secara resmi melantik Wakil Walikota Palembang terpilih yang akan menjalani sisa masa jabatan tahun 2013-2018 di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov Sumsel, Rabu (31/8).
Melalui pelantikan ini Gubernur H Alex Noerdin mengharapkan kepada Walikota Palembang Harnojoyo dan Wakil Walikota Palembang terpilih Fitrianti Agustinda agar membenahi Kota Palembang dan menyiapkannya sehingga layak menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Menurut Alex, sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Selatan dan tuan rumah Asian Games 2018, Kota Palembang harus terus berbenah, mulai dari meningkatkan kebersihan, penataan dan kerapian kota hingga benar-benar layak menjadi tuan rumah pelaksanaan event internasional ini.
“Tugas walikota dan wakil walikota adalah membuat kota ini layak menjadi tuan rumah Asian Games karena ujung tombak persiapan Asian Games adalah Walikota Palembang dan jajarannya, jadi ini tidak main-main,” ungkap Alex.
Lanjut Alex, jika suatu kota layak sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games berarti menandakan kota tersebut memiliki kemajuan yang luar biasa mulai dari infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.
Untuk itu, dikatakan Alex, semua ini tugas yang berat sebagai wakil walikota terpilih selain tidak mudah menjadi wakil walikota karena banyak dinamika dihadapi, juga karena Palembang sebagai tuan rumah Asian Games.
“Jadi bertindaklah sebagai wakil walikota, jangan mendahului walikota. Boleh tajam tapi jangan melukai, boleh cepat tapi jangan mendahului. Bisa mencontoh wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, salah satu wakil Gubernur terbaik,” ujar Alex.
Lebih lanjut Gubernur Alex Noerdin mengungkapkan, saat ini yang perlu diantisipasi Pemerintah Kota Palembang adalah ketersediaan air bersih di seluruh wilayah.
Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan hanya menjadi salah satu syarat sebagai tuan rumah Asian Games, juga menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang harus terpenuhi. “Harus diantisipasi ketersediaan air bersih, kita tau saat ini masih kekurangan sumber air baku,” terang Alex.
Sementara, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, dengan dilantiknya wakil walikota terpilih pihaknya akan terus bekerja dengan saling melengkapi mewujudkan tujuan bersama yakni membawa Palembang lebih maju ke depan.
Agenda Pertama
Setelah dilakukan pelantikan sebagai Wakil Walikota Palembang, Rabu (31/8), Fitrianti Agustinda siap langsung bekerja. Meskipun belum ada pembagian kerja secara khusus, mendatangi kantor lurah dan kecamatan untuk memantau proses pelayanan kepada masyarakat menjadi agenda pertamanya.
Usai dilantik, Finda langsung melakukan kunjungan ke wilayah kerja Setda Kota Palembang. Ia berkeliling mengunjungi para pegawai di empat asisten pemerintahan setda Palembang, juga ruang humas.
“Besok (hari ini – red) kita akan langsung mendatangi kelurahan dan kecamatan untuk memantau dan memastikan bagaimana kecepatan mereka melayani masyarakat di sana. Ini agenda kita, untuk pembagian dengan pak wali memang belum, karena baru saja dilantik, setelah ini akan koordinasi dengan walikota,” kata Finda.
Ia mengatakan, menghadapi banjir yang kerap kali terjadi di Kota Palembang, ia akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk akan menambah lebih banyak lagi kolam retensi di Palembang.
“Kolam retensi harus diperbanyak, kita akan koordinasikan juga dengan masyarakat yang memiliki lahan, selain dimanfaatkan sebagai kolam retensi tempat penyerapan air, juga dijadikan tempat pemancingan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dirinya siap mendukung kerja walikota dan akan bekerja sama memajukan Palembang. “Menanggapi pesan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, saya akan berupaya untuk bersinergi dengan walikota sebagai wakil walikota,” katanya.
Sementara pengamat sosial dan politik dari Universitas Sriwijaya, Joko Siswanto
mengatakan, Walikota Palembang perlu memberikan tugas khusus pada Wawako.
Sesuai UU, tugas utamanya adalah mewakili dan melakukan pengawasan segala bidang, guna meningkatkan kinerja SKPD. Lagipula rentang kendali Walikota dalam pengawasan memang cukup jauh, apalagi di tingkat masyarakat.
“Memang perlu ada yang mewakili ke masyarakat. Apalagi Palembang saat ini
masih dalam kondisi karut marut. Kehidupan masyarakat di tingkat RT dan RW harus dibuat nyaman, pelayanan publik harus berkualitas,” katanya.
Menurut dia, apabila ada sikap pesimis dari masyarakat, Walikota harus bisa menunjukkan bahwa Wawako Palembang yang sudah dilantik ini memang sosok yang ditunggu masyarakat. Sangat tepat jika 100 hari pertamanya akan mengawasi langsung kinerja kecamatan dan kelurahan, sebab aspek pelayanan publik memang masih kurang.
“Walikota harus arahkan Wawako untuk segera lakukan identifikasi problem masyarakat. Tenaga baru tentu harus jadi penyegaran pelayanan,” pungkasnya. # osk/pit